Selundupkan Tanaman Ilegal, Wanita Ini Sembunyikan 1.000 Pohon Kaktus dan Sukulen di Stoking

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 05 Februari 2021 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 18 2356933 selundupkan-tanaman-ilegal-wanita-ini-sembunyikan-1-000-pohon-kaktus-dan-sukulen-di-stoking-JRtPoHJO66.jpg Wanita ini sembunyikan 1.000 tanaman kaktus dan sukulen di stoking (Foto: CNN)

SELANDIA BARU – Wanita ini memasukkan dan mengikat hampir 1.000 pohon kaktus dan sukulen yang terancam punah di dalam stoking agar bisa menyelundupkannya ke Selandia Baru.

Wenqing Li, 38, yang biasa dipanggil Wendy, tertangkap tangan membawa tanaman dan benih dari China ke Bandara Internasional Auckland, tempat penyitaan barang, sebanyak dua kali pada 2019.

Pada insiden pertama, Maret 2019, Li telah memasukkan 947 kaktus dan sukulen ke dalam stoking dan mengikatnya ke tubuhnya.

Kementerian Industri Primer, yang bertanggung jawab atas biosekuriti, mengatakan dalam siaran pers pada Rabu (3/2), Li membawa delapan pohon spesies yang terancam punah dan dan bernilai lebih dari 10.000 dolar Selandia Baru (USD7.200 atau Rp101 juta).

Li, yang berasal dari kota Auckland di Pulau Utara, berusaha membuang tanaman tersebut di toilet bandara setelah menarik perhatian seekor anjing polisi. Namun pihak berwenang mengatakan mereka menemukan "sejumlah besar" bahan tanaman di sekitar fasilitas toilet, termasuk di tempat sampah.

(Baca juga: Miris, Lansia Ini Tidak Potong Rambut Selama 15 Tahun, Hidup Tanpa Air dan Listrik)

Dalam insiden terpisah pada Juli 2019, Li ditemukan menyembunyikan 142 benih pohon ilegal di dalam sampul iPad di kopernya dan lebih dari 200 ornamen taman dan pot tanaman. Dia juga membawa siput dan potongan batang pohon pakis yang dibungkus tisu basah.

Li mengaku bersalah atas dakwaan tersebut dan dijatuhi hukuman di Pengadilan Negeri Manukau pada Selasa (2/2) dengan 12 bulan "pengawasan intensif" dan 100 jam pelayanan masyarakat.

Pengawasan intensif adalah hukuman berbasis komunitas dan biasanya mengharuskan pelaku untuk melapor secara teratur kepada petugas masa percobaan, dan dapat mencakup persyaratan khusus lainnya yang diberlakukan oleh pengadilan.

(Baca juga: PBB: Pemimpin Al Qaeda Ditangkap)

Simon Anderson, manajer tim regional di Kementerian Industri Primer, mengatakan penyelundupan tanaman ilegal menempatkan "biosekuriti Selandia Baru dalam risiko". Hukuman itu pun menjadi pengingat yang baik bahwa siapa pun yang menyelundupkan tanaman atau spesies langka lainnya ke Selandia Baru dapat dituntut.

"Negara kita beruntung terbebas dari banyak hama dan penyakit invasif yang ditemukan di negara lain," tambahnya.

"Ekonomi dan cara hidup kami bergantung pada menjaga ancaman ini keluar dari negara,” terangnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini