Sirine Ambulans Ganggu Transaksi Narkoba, Bos Mafia Serang Paramedis

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 05 Februari 2021 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 18 2356946 sirine-ambulans-ganggu-transaksi-narkoba-bos-mafia-serang-paramedis-nlpiXBhvsB.jpg Bos mafia peringatkan ambulans matikan sirine (Foto: Reuters)

NAPOLI - Bos mafia di Napoli telah memperingatkan paramedis untuk tidak menggunakan sirene saat berada di jalanan di kota, karena mengganggu pengedar narkoba setempat.

Penjahat dari Camorra, sindikat kejahatan terorganisir utama di kota terbesar ketiga di Italia, telah mengeluarkan peringatan karena sirene ambulans dan lampu berkedip dapat disalahartikan sebagai mobil polisi, yang bisa menakut-nakuti pelanggan dealer.

Penjahat Camorra juga memerintahkan ambulans untuk membawa rekan-rekan mereka yang terluka ke rumah sakit.

Pada Sabtu (30/1), sebuah ambulans yang melakukan perjalanan ke keadaan darurat di kawasan kota Spanyol dihentikan oleh dua pria dengan sepeda motor besar, yang menggedor jendela dan menyuruh mereka untuk mematikan sirene.

"Apakah Anda tidak mengerti bahwa Anda tidak dapat menggunakan sirene Anda di sini? Matikan atau kami akan tembak Anda," kata salah satu gangster kepada pengemudi ambulans, dikutip Daily Star.

Paramedis kemudian memanggil polisi untuk mengawal ambulans keluar dari lingkungan dengan aman.

(Baca juga: Selundupkan Tanaman Ilegal, Wanita Ini Sembunyikan 1.000 Pohon Kaktus dan Sukulen di Stoking)

"Kami telah diperintahkan untuk tidak menggunakan sirene di lingkungan lain, termasuk Sanità dan Traiano, di mana ambulans lokal menyalakan sirene hanya setelah ia meninggalkan daerah itu,” terang Manuel Ruggiero, 42, seorang dokter darurat dan kepala kelompok perlindungan pekerja medis setempat Nessuno Tocchi Ippocrate, kepada The Times:

Dia menambahkan kru ambulans juga telah diserang jika mereka gagal menyelamatkan nyawa penjahat yang terluka dalam perang wilayah kota.

"Ambulans yang sama yang terlibat dalam insiden pada Sabtu (30/1) ditendang, dan kru ambulans didorong ketika mereka tidak tepat waktu untuk menyelamatkan pasien serangan jantung," katanya.

(Baca juga; Miris, Lansia Ini Tidak Potong Rambut Selama 15 Tahun, Hidup Tanpa Air dan Listrik)

“Kami telah mengalami 300 insiden agresi seperti ini dalam tiga tahun terakhir dan itu terjadi karena hanya ada 17 ambulans di Napoli untuk satu juta orang,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, anggota parlemen Italia Alessandro Amitrano, dari partai populis Bintang Lima, telah menyerukan pengawalan polisi bagi pengemudi ambulans untuk melindungi mereka dari penjahat yang menganggap diri mereka berada di atas hukum.

“Ini menunjukkan mengapa perang melawan Camorra harus dianggap sebagai prioritas nasional,” jelasnya.

Sebelumnya, ada 2015, penjahat di Napoli menghentikan ambulans yang mengangkut kasus darurat, melemparkan pasien ke jalan dan kemudian menggunakan ambulans untuk membawa kepala suku Camorra yang terluka ke rumah sakit.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini