Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pelibatan Babinsa-Bhabinkamtibmas Tracing Covid-19 Dikhawatirkan Timbulkan Makna Lain di Masyarakat

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Jum'at, 05 Februari 2021 |05:35 WIB
Pelibatan Babinsa-Bhabinkamtibmas Tracing Covid-19 Dikhawatirkan Timbulkan Makna Lain di Masyarakat
Anggota TNI berjaga di MRT. (Foto : Sindonews/Isra Triansyah)
A
A
A

JAKARTA - Pengamat militer dari Institute For Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menyatakan pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam upaya tracing Covid-19 dikhawatirkan dapat memunculkan makna lain di masyarakat.

"Pelibatan Babinsa, Bhabinkamtimnas, dan Satpol PP dalam upaya penelusuran (tracing) kasus Covid-19 perlu diperjelas lebih lanjut. Sebab, ada kekhawatiran pelibatan TNI-Polri lewat Babinsa maupun Babinkamtibmas justru bermakna lain di masyarakat," kata Khairul dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Khairul memaparkan, pelibatan Babinsa, Babinkamtibmas, maupun Satpol PP dalam gerakan masyarakat sudah sempat terjadi. Di Jawa Tengah contohnya, Kodam Diponegoro pernah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Jawa Tengah untuk mendorong pelaksanaan program pemantauan jentik nyamuk.

"Para tentara tersebut digunakan sebagai agen untuk berhubungan dengan masyarakat. Setelah warga menerima kedatangan rombongan, petugas kesehatan masuk dan mengecek kondisi penampungan air di daerah," ujar Khairul.

Dari situasi tersebut, kata Khairul, pemerintah seolah mengambil jalan cepat untuk mengontrol rakyat dalam upaya penelusuran kasus. Pemerintah lebih memilih pendekatan dengan efek psikologis kepada masyarakat agar segera patuh dengan pemerintah dan mau diperiksa.

Di sisi lain, menurut Khairul, ada pertanyaan mengenai kapasitas dan peran Babinsa dan Babinkamtibmas dalam kegiatan tersebut. Para Babinsa/Babinkamtibmas tidak memiliki kompetensi dalam upaya tracing karena kemampuan tracing dimiliki tenaga medis.

Baca Juga : Bertemu 5 Gubernur, Jokowi Kembali Sampaikan Pembatasan Mikro

"Kalaupun mereka bertugas sebagai pendamping, perlu ada protokol jelas saat pengamanan tenaga kesehatan maupun tindakan lanjutan seperti membawa kandidat yang diperiksa dengan hasil reaktif Covid-19. Belum lagi ada potensi agen penyebaran virus corona mengingat TNI-Polri yang ditugaskan adalah Babinsa/Babinkamtibmas yang berperan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di luar masalah penanganan covid," tutur Khairul.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement