Permukiman Karawang Banjir Setinggi 1,5 Meter, Ratusan Warga Mengungsi

INews.id, · Minggu 07 Februari 2021 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 525 2358002 permukiman-karawang-banjir-setinggi-1-5-meter-ratusan-warga-mengungsi-mG6ZMl1XYg.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

KARAWANG - Sebanyak 2.806 rumah terendam banjir di delapan desa di Karawang, Jawa Barat, setinggi 1,5 meter. Akibatnya, 150 jiwa atau 65 kepala keluarga (KK) harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Banjir paling parah terjadi di Desa Dauwan Barat, Kecamatan Cikampek. Di daerah itu air merendam ribuan rumah hingga setinggi dada orang dewasa.

"Sampai saat ini sudah delapan desa dan dua kecamatan dilaporkan terjadi banjir. Kami sudah menurunkan petugas ke lokasi banjir. Terakhir kami mengirim tiga unit perahu karet ke Perumahan BMI, Desa Dawuan Barat karena banjir setinggi sekitar 1,5 meter," kata Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Banjir daerah (BPBD) Karawang, Yasin Nasrudin, Minggu (7/2/2021).

Baca juga:  Puluhan Ton Ikan dan Sawah Siap Panen Ludes Diterjang Banjir di Bogor

Menurut Yasin, dalam sepekan terakhir tercatat sebanyak 2.806 rumah terendam di delapan desa dan dua kecamatan. Namun banjir paling parah terjadi pagi ini, yang merendam ribuan rumah di Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI) Desa Dauwan Barat, Kecamatan Cikampek.

"Sudah ada tiga perahu karet kita kirim untuk evakuasi warga. Tinggi air mencapai dada orang dewasa," ujarnya.

 Baca juga: Banjir Meluas, 4 Kecamatan di Cirebon Terendam Banjir

Berdasarkan pemantauan, banjir di perumahan BMI, Desa Dawuan Barat, Kecamata Cikampek, merupakan kejadian tahunan setiap musim hujan. Warga mengaku pasrah setiap datang musim hujan, pastinya kebanjiran. Mereka sudah menyampaikan keluhan agar pemerintah mencari solusi mengatasi banjir di perumahan mereka, namun tak kunjung bisa diatasi.

"Saya sudah bosan setiap musim hujan kita harus mengungsi. Ketinggian air bisa mencapai 1,5 hingga 2 meter, bahkan bisa sampai genting rumah. Dalam berbagai kesempatan kita sampaikan kepada pemerintah tapi keadaannya tetap tidak berubah, selalu banjir," kata Jos, salah seorang warga perumahan BMI.

Menurut Jos, banjir kali ini terjadi Subuh, setelah semalam hujan mengguyur terus menerus. Air semakin meninggi hingga mencapai setinggi dada orang dewasa, sekitar pukul 09.00 WIB.

"Air bisa lebih tinggi lagi jika hujan masih turun terus. Kami putuskan untuk mengungsi karena biasanya air baru surut hingga beberapa hari," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini