Sungguh Mulia, Lelaki Ini Mengajak Tunawisma Tinggal di Halaman Depan Rumahnya

Susi Susanti, Koran SI · Senin 08 Februari 2021 09:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 18 2358348 sungguh-mulia-lelaki-ini-mengajak-tunawisma-tinggal-di-halaman-depan-rumahnya-oM5El5POHH.jpg Para tunawisma diizinkan dirikan tenda di halaman depan rumah seorang penduduk (Foto: CNN)

UTAH – Sungguh mulia perbuatan lelaki ini. Pemilik rumah bernama Darin Mann ini rela membiarkan para tunawisma mendirikan tenda kemah di halaman depan rumahnya.

Dia mengizinkan orang-orang berkemah di sepertiga areanya yang rapi, menggunakan kamar mandi di rumahnya dan menjadi sukarelawan di taman komunitas yang dijalankan Mann di taman umum terdekat.

"Tujuannya adalah untuk menghilangkan stigma bagaimana orang memandang tunawisma," jelas Mann.

"Setiap orang berhak diperlakukan dengan bermartabat dan ditolong saat mereka membutuhkannya,” terangnya.

(Baca juga: Tidak Terbukti Ampuh, Afrika Selatan Hentikan Peluncuran Vaksin Covid-19 AstraZenec)

Aktivis setempat membuka tenda dadakannya, yang disebut "Kamp Desa", pada pertengahan Januari. Sekitar 15 orang tinggal di sana sekarang. Mann memberi tahu CNN jika para penghuni tersebut berasal dari kamp-kamp lain di Salt Lake City yang ditutup.

"Kami ingin menunjukkan bahwa untuk memecahkan masalah ini kami harus menanganinya sebagai komunitas dan tidak takut akan hal itu,” ujarnya.

(Baca juga: Tim WHO di Wuhan Temukan Petunjuk Penting Awal Mula Pandemi Covid-19)

Mann menunjukkan bagaimana penduduk Village Camp membantu menarik perhatian mereka di komunitas, terutama di taman kota yang dia pelihara.

"Mereka membantu saya membersihkan taman dan menyiapkannya untuk musim ini. Mereka menjaga kebersihan kamp dan membantu menjadi contoh positif dalam bekerja dengan orang-orang yang tidak terikat,” urainya.

Namun sayangnya tidak semua pihak senang dengan aksi mulia Mann ini. Tidak semua tetangga memiliki antusiasme yang sama dengan Mann.

Pejabat kota telah menerima pengaduan, melayani aktivis dengan pelanggaran kode yakni berkemah selama lebih dari dua hari di properti perumahan adalah ilegal di sini. Pihak berwenang pun memberinya waktu dua minggu untuk menutup kampnya.

Mann berencana untuk mempertahankan kamp-nya. Dia mengaku memiliki jalur komunikasi terbuka dengan tetangganya, beberapa di antaranya memasak makanan untuk kamp dan menyumbangkan pakaian. Tetangga lain telah menyewa penghuni kamp untuk bekerja di sekitar rumah mereka.

Bagi komunitasnya, Mann mendukung kebijakan tanpa toleransi untuk perilaku kekerasan atau penggunaan narkoba.

Mann percaya jika pemerintah Salt Lake City harus berbuat lebih banyak untuk orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal. Dia mengatakan komunitas tunawisma kecil ditambah dengan program pertanian perkotaan seperti dia harus berperan.

Aktivis tersebut telah bertemu dengan pejabat kota tingkat tinggi dengan harapan dengan tetap membiarkan kamp itu di halaman dean rumahnya lebih dari dua minggu ke depan dan memberikan contoh cara untuk membantu orang yang hidup di pinggiran masyarakat.

"Kami berharap kamp baru ini bisa menjadi cikal bakal dari sesuatu yang indah,” bebernya.

Sementara itu, orang-orang yang berkemah di halaman Mann mengatakan mereka merasa diterima dan aman.

"Saya tidak harus menghadapi stres karena tahu saya tidak harus tiba-tiba bergerak," kata seorang pria bernama Michael kepada CNN.

"Berada jauh dari banyak pengaruh buruk telah membantu saya berhenti dari beberapa kecanduan yang saya hadapi,” lanjutnya.

Seorang warga bernama Brandy berterima kasih kepada Mann. "Baginya aku adalah orang asing yang dia lihat beberapa kali, tapi dia mengambil kesempatan dan melangkah untuk membantu kami,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini