JAKARTA - Sekilas pohon kopi milik Widodo (55) petani kopi asal desa Mlatiharjo Patean, Kendal, Jawa Tengah itu seperti pohon lainnya. Namun kopi Liberika yang mempunyai tinggi sekitar 6 meter dan batangnya sebesar pohon Jati tua itu ditanam oleh buyutnya,diduga usianya sekitar 200 tahun
Sebenarnya ada belasan pohon kopi Liberika, tapi karena pohonnya tinggi, petani kesulitan bila memanen , lalu ditebang. Selanjutnya disteak dengan kopi Robusta. Akibatnya, berubah menjadi kopi Robusta.
Meski pohon kopi itu telah tua namun masih produktif. Sekali panen bisa menghasilkan 2,4 kwintal. Bahkan Kualitas buah kopinya bagus dibandingkan dengan pohon kopi Liberika yang masih berusia puluhan tahun.Buah kopinya berwarna ungu,tidak merah seperti kopi Liberika yang lain.
"Pohon kopi Liberika di Kendal, pertama ditanam oleh orang Belanda. Kopi itu, ditanam sebagai pengganti kopi Robusta, yang pada saat itu diserang hama,"kata Widodo.
Baca Juga: Cegah Bencana Alam, Menanam Kopi di Lahan Hutan Bisa Jadi Solusi