Wali Kota Yerusalem Ancam Larang Muslim yang Tidak Divaksinasi Covid-19 Masuk Masjid

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 10 Februari 2021 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 18 2359796 wali-kota-yerusalem-ancam-larang-muslim-yang-tidak-divaksinasi-covid-19-masuk-masjid-I5yRbG7ZBQ.jpg Foto: Reuters.

YERUSALEM - Penduduk Muslim di Yerusalem Timur tidak akan diizinkan untuk mengunjungi masjid jika mereka menolak untuk bergabung dengan program vaksinasi Israel, demikian peringatakan yang diumumkan Wali Kota Moshe Lion kepada pemimpin masyarakat di lingkungan Arab.

Dalam panggilan telepon pada Minggu (7/2/2021), Lion mengatakan kepada para pejabat Arab bahwa warga di bagian Muslim Yerusalem "acuh tak acuh" untuk divaksinasi Covid-19 dan membutuhkan persuasi ekstra untuk mendapatkan suntikan.

BACA JUGA: Jasad Arkeolog Penyelamat Kota Kuno Palmyra Ditemukan dengan Kepala Terpenggal

“Ingat apa yang saya katakan, teman - siapa pun yang tidak divaksinasi tidak akan dapat kembali ke rutinitas normal,” kata wali kota sebagaimana dilansir RT.

Jika penduduk Arab “tidak ingin divaksinasi, mereka tidak akan divaksinasi, tetapi mereka tidak akan diizinkan masuk ke hotel; mereka tidak akan diizinkan masuk masjid; mereka tidak akan diizinkan masuk sekolah,” tambahnya.

Ia mengimbau para ketua RT untuk menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakatnya agar nantinya masyarakat tidak kaget saat dihadapkan pada pembatasan tersebut.

Dengan mengambil bagian dalam imunisasi, Muslim "melakukan kebaikan bagi diri mereka sendiri, mereka tidak membantu saya," kata Lion.

Namun, koran Times of Israel, yang melaporkan berita tersebut, menunjukkan bahwa legalitas tindakan yang diumumkan oleh Lion, serta pembatasan lain pada individu yang tidak divaksinasi, masih bisa diperdebatkan.

BACA JUGA: Ambil Suara, Senat AS Tak Akan Pindahkan Kedubes AS dari Yerusalem

Seruan itu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas rendahnya tingkat vaksinasi di Yerusalem Timur di mana, menurut penyiar Kan, sejauh ini hanya 13 persen yang menerima suntikan pertama dari dua suntikan yang diperlukan dari inokulasi Pfizer.

Pejabat Israel khawatir lonjakan infeksi selama bulan suci Ramadhan, yang dimulai pada pertengahan April dan akan melihat umat Islam merayakan dalam kelompok besar. Ada sekitar 320.000 orang Arab yang tinggal di Yerusalem - lebih dari 36 persen populasi kota.

Para pejabat Arab yang tidak disebutkan namanya dilaporkan setuju dengan langkah-langkah yang disuarakan oleh walikota kota. "Begitulah seharusnya," kata salah satu dari mereka tentang larangan yang diusulkan untuk yang tidak divaksinasi dalam rekaman.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini