Kesepian dan Benci Sekolah Online, Anak 12 Tahun Gantung Diri

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 11 Februari 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 18 2360460 kesepian-dan-benci-sekolah-online-anak-12-tahun-gantung-diri-9m3E3svCj6.jpg Anak laki-laki berusia 12 tahun gantung diri (Foto: Facebook)

TEXAS – Anak laki-laki berusia 12 tahun harus mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Dia ditemukan gantung diri karena merasa kesepian akibat pandemi Covid-19.

Anak laki-laki bernama Hayden ditemukan adik perempuannya, Kinlee yang berusia delapan tahun. Dia melihat kakak laki-lakinya “menggantung diri” di kamar tidurnya setelah penguncian (lockdown) membuatnya merasa "sedih dan kesepian".

Sang ayah, Brad Hunstable, 42, mengenang momen "mengerikan" saat dia mencoba menyelamatkan nyawa putranya Hayden di Aledo, Texas.

Ayah tiga anak itu mengatakan, bunuh diri itu terjadi tiga hari sebelum ulang tahun sang anak yang ke-13 tahun. Dia yakin jika anaknya akan tetap hidup hingga hari ini jika tidak terjadi Covid-19.

Dia menggambarkan bagaimana putri bungsunya, Kinlee, sekarang berusia sembilan tahun, menemukan Hayden setelah dia bunuh diri di rumah mereka tahun lalu.

(Baca juga: WHO: Virus Covid-19 Mungkin Berasal dari Kepala Babi Impor)

“Pada 17 April air kami bocor keluar di rumah dan ayah saya datang, dan Hayden membantu kami memperbaikinya. Itu adalah hari yang cerah dan indah dan saya memberinya pelukan dan ciuman di kepala,” terangnya kepada Metro.co.uk.

"Lalu ketika ayahku pergi, hanya ada aku, Kinlee, dan Hayden di rumah. Hanya berselang 30 menit, Hayden naik ke atas,” lanjutnya.

“Kemudian putri saya lari ke bawah dan berkata Hayden telah gantung diri. Saya lari ke sana, menariknya ke bawah dan mencoba menyelamatkannya,” ungkapnya.

“Saya melakukan CPR tetapi saya tidak dapat menyelamatkannya. Dia telah pergi. Saya melihat sesuatu yang mengerikan hari itu dan saya tidak menginginkannya pada siapa pun. Saya masih mendapat mimpi buruk tentang hal itu,” lanjutnya.

(Baca juga: Jangan Khawatir, Covid-19 Tidak Dapat Menyebar Lewat Bola Tenis atau Kriket)

“Covid-19 membunuh anak saya. Saya pikir Hayden masih akan hidup hari ini jika Covid-19 tidak pernah terjadi,” tambahnya.

Hayden diketahui sangat terpukul ketika sekolahnya Aledo Middle School ditutup pada Maret. Dia juga tidak menyukai pembelajaran jarak jauh atau daring.

Sang ayah mengatakan putranya mungkin cemas dan tidak merasa nyaman saat harus belajar daring atau frustrasi karena tidak dapat melihat teman-temannya pada hari ulang tahunnya.

Setelah insiden naas itu, sang ayah meluncurkan sebuah organisasi atas nama Hayden, yakni Hayden's Corner. Organisasi ini didirikan untuk mendorong orang tua berbicara kepada anak-anak mereka tentang kesehatan mental dan cara menangani perasaan mereka.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini