(Baca juga: Jangan Khawatir, Covid-19 Tidak Dapat Menyebar Lewat Bola Tenis atau Kriket)
“Covid-19 membunuh anak saya. Saya pikir Hayden masih akan hidup hari ini jika Covid-19 tidak pernah terjadi,” tambahnya.
Hayden diketahui sangat terpukul ketika sekolahnya Aledo Middle School ditutup pada Maret. Dia juga tidak menyukai pembelajaran jarak jauh atau daring.
Sang ayah mengatakan putranya mungkin cemas dan tidak merasa nyaman saat harus belajar daring atau frustrasi karena tidak dapat melihat teman-temannya pada hari ulang tahunnya.
Setelah insiden naas itu, sang ayah meluncurkan sebuah organisasi atas nama Hayden, yakni Hayden's Corner. Organisasi ini didirikan untuk mendorong orang tua berbicara kepada anak-anak mereka tentang kesehatan mental dan cara menangani perasaan mereka.
(Susi Susanti)