Klaster Baru Covid-19 Muncul, Melbourne Kembali Lockdown Ketat

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 12 Februari 2021 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 18 2361075 klaster-baru-covid-19-muncul-melbourne-kembali-lockdown-ketat-AZBvYCGqFO.jpg Foto: Reuters.

SYDNEY - Kota terpadat kedua di Australia, Melbourne akan memasuki penguncian (lockdown) virus corona selama lima hari, kata para pejabat pada Jumat (12/2/2021). Penguncian itu dilakukan di saat turnamen tenis Australia Open tengah berlangsung di Melbourne.

Klaster Covid-19 baru di Melbourne terkait dengan hotel karantina di Ibu Kota Negara Bagian Victoria itu, dan telah mencapai 13 kasus pada Kamis (11/2/2021) tengah malam, ketika pihak berwenang bergegas untuk menghentikan penyebaran virus. Semua infeksi itu terkait dengan varian Inggris yang sangat menular.

BACA JUGA: Kena Covid-19, Kondisi Trump Jauh Lebih Parah dari yang Dilaporkan

Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews mengumumkan penguncian untuk seluruh negara bagian, mulai tengah malam pada Jumat. Dia menyebutnya sebagai "pemutus arus pendek dan tajam" yang melarang pertemuan publik, rumah lelang, pernikahan, dan pertemuan keagamaan.

“Kita harus berasumsi bahwa ada lebih banyak kasus di masyarakat daripada yang kita dapatkan hasil positifnya, dan itu bergerak dengan kecepatan yang belum pernah terlihat di mana pun di negara kita selama 12 bulan terakhir ini,” kata Andrews kepada wartawan sebagaimana dilansir Reuters.

Victoria menangguhkan penerbangan penumpang internasional Sabtu (13/2/2021), tidak termasuk yang sudah transit, hingga pemberitahuan lebih lanjut.

"Kami akan terus menilai dampak dari jenis virus Inggris pada program kami dan kedatangan internasional, dan akan memberikan lebih banyak informasi tentang durasi jeda ini segera," kata pemerintah negara bagian dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA: Trump: Terinfeksi Corona Adalah Berkah dari Tuhan

Semua negara bagian dan teritori Australia, kecuali New South Wales, menutup perbatasan mereka ke Victoria pada Jumat dengan alasan risiko penularan yang tinggi.

New South Wales, yang pada Jumat mencatat hari ke-26 tanpa kasus komunitas, mengatakan perbatasannya dengan Victoria akan tetap dibuka sambil memantau situasi.

Victoria mengalami salah satu penguncian terketat dan terpanjang di dunia tahun lalu setelah wabah yang menewaskan lebih dari 800 orang di negara bagian itu, sebagian besar dari jumlah kematian nasional.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini