141 Desa di Bali Zona Merah, Gubernur Wayan Koster Ingin PPKM Diperketat

INews.id, · Sabtu 13 Februari 2021 08:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 244 2361307 141-desa-di-bali-zona-merah-gubernur-wayan-koster-ingin-ppkm-diperketat-V4xCAeEUm0.jpg Gubernur Bali Wayan Koster (Foto: Okezone)

DENPASAR - Kasus Covid-19 di Bali masih tinggi. Sebanyak 141 desa berstatus zona merah yang berarti risiko tinggi penyebaran virus corona. 

Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan, semua desa di Bali saat ini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Penerapan aturan PPKM sesuai zonasi yang berlaku di desa itu. Dengan demikian desa yang berada pada zona merah menerapkan aturan PPKM yang lebih ketat dibandingkan zona lainnya.

"Penekanan pada semua daerah zona merah lebih diperketat lagi," ujar Koster dalam keterangan tertulisnya, Jumat 12 Februari 2021.

Baca Juga:  Epidemiolog : Zonasi RT/RW di PPKM Mikro Terlalu Rumit

Koster memaparkan, selain 141 desa yang berada pada zona merah, ada 132 desa di Bali yang berada pada zona oranye. Berikutnya 110 desa di zona kuning, dan sudah 333 desa yang berada di zona hijau.

Menurut Koster, penerapan PPKM di Bali melibatkan Satgas Gotong Royong yang telah dibentuk di tiap desa adat. Koster mengatakan, sejak penerapan PPKM pertama kali pada 9 Februari lalu, kondisi kasus Covid-19 di Bali masih dinamis dengan penambahan kasus positif mencapai 300 orang per harinya.

Baca Juga:  Ganjil-Genap Kota Bogor, 13.255 Kendaraan Diputarbalikkan Hari Ini

Kendati demikian ada perkembangan menggembirakan dari sisi kesembuhan. Angka kesembuhan di Bali saat ini mencapai 87,23 persen. Kemudian, tingkat keterisian ruang perawatan Covid-19 di rumah sakit saat ini turun di angka 70 persen.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini