Cerita Penari Keraton yang Ikut Terkurung Bersama 2 Putri Raja

Bramantyo, Okezone · Sabtu 13 Februari 2021 21:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 512 2361558 cerita-penari-keraton-yang-ikut-terkurung-bersama-2-putri-raja-oNvu7tMHsy.jpg 2 putri raja saat bebas dari Keraton Solo (foto: Okezone/Bram)

SOLO - Dua orang putri raja akhirnya bisa menghirup udara bebas, setelah terkurung selama tiga hari dua malam di dalam Keraton Kasunanan Surakarta.

Banyak kenyataan yang mereka dapat saat adik Raja Hangabehi atau Putri Paku Buwono (PB) XII GKR Wandansari alias Koesmoertiyah (Gusti Moeng), dan Putri Raja PB XIII GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani serta dua orang penari terkurung di dalam Istana.

Salah satu penari Keraton yang biasa membawakan tarian Bedoyo ketawang Ika Prasetyaningsih mengaku, pengalaman dikunci dari dalam yang dia alami bersama dua orang putri Raja, tak mungkin bisa dilupakan begitu saja.

Baca juga:  2 Putri Raja Akhirnya Bisa Keluar Setelah Terkurung 3 Hari di Keraton Solo

Ika ikut terkurung, karena dirinya merupakan salah satu asisten Gusti Moeng untuk melatih para penari Keraton. Dan kebetulan saat itu Ika ingin ikut masuk ke dalam untuk melihat koleksi pakaian tari Keraton.

Selain minimnya makanan saat terkurung, ungkap Ika, suasana saat itu di dalam keraton begitu mengerikan.

 Baca juga: Kisruh Keraton Solo, Muncul Raja Kembar hingga Kisah Putri Terkunci

Dimana, bila malam tiba, seluruh listrik di dalam Keraton dimatikan. Sehingga kondisi gelap gulita harus mereka jalani selama terkurung di dalam Keraton.

"Kalau dibilang mencekam ya cukup mencekam. Karena kemaren itu listrik sempat mati, air tidak ada, makanan tidak ada, ya seperti itu," ungkap Ika, menceritakan pengalamannya saat terkunci di dalam Keraton, Sabtu (12/2/2021).

Menurut Ika, agar bisa bertahan di dalam, mereka, termasuk kedua putri Raja, harus berusaha mencari bahan makanan. Selain harus berusaha mencari bahan makanan sendiri, mereka pun masih dihadapkan dengan cara mengolah makanan yang mereka dapat.

"Kita harus mencari bahan makanan bahan mengolah makanan juga, relatif sulit," terangnya.

Baca juga:  Abdi Dalem Keraton Solo Menangis saat Kirim Logistik Ditolak

Belum lagi bila hendak tidur, mereka tidur hanya beralaskan tikar tanpa bantal. Sehingga, mereka semua tak bisa tidur dengan nyenyak.

"Tidurnya dipendopo, pakai tikar. Gimana ya, namannya tidur seadanya ya tidak bisa nyenyak. Apalagi saat itu hujan deras, jadi kedinginan," ungkapnya.

Namun yang paling menyedihkan saat terkurung di dalam saat melihat kondisi Keraton yang sudah sangat memprihatikan. Terutama melihat pakaian para penari yang sudah dalam kondisi kurang baik.

Pakaian-pakaian tari itu tersimpan di dalam 13 lemari pakaian di suatu ruangan yang ada di Keputren Keraton Kasunanan.

"Kondisi (pakaian tari) sudah sangat memprihatikan. Tak terawat dan banyak yang rusak," ujar Ika berkaca-kaca.

Padahal, saat dirinya pertama kali masuk ke dalam barisan para penari Keraton, kondisinya masih baik dan sangat terawat.

"Waktu saya ikut gabung di tahun 2017, kondisi (pakaian) masih bagus dan terawat. Beda sekali dengan yang saya lihat sekarang," terang Ika.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dua orang putri Raja, di antaranya adik Raja Hangabehi atau Putri Paku Buwono (PB) XII GKR Wandansari alias Koesmoertiyah (Gusti Moeng) dan Putri Raja PB XIII GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, terkurung di dalam Keraton.

Selain kedua putri Raja, dua penari Tari Bedaya, yakni Ika Prasetyaningsih dan Bulan Semayani Milawarna, serta seorang sentana dalem, KRMH Saptono Djati juga ikut terkurung sejak Kamis 11 Pebruari 2021.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini