Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Buronan Interpol Kabur di Bali, Wakil Ketua DPR: Ada yang Aneh

Dita Angga R , Jurnalis-Minggu, 14 Februari 2021 |04:15 WIB
Buronan Interpol Kabur di Bali, Wakil Ketua DPR: Ada yang Aneh
Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mempertanyakan proses pengamanan dan keamanan atas kaburnya Andrew Ayer yang merupakan buronan interpol di kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai saat proses administrasi untuk pemindahan ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar. Menurutnya hal ini nampak aneh karena begitu mudah melarikan diri.

"Ada keanehan yang terjadi dari kaburnya WNA asal Rusia buronan interpol tersebut, masa bisa mudah melarikan diri begitu saja tanpa terlihat oleh petugas imigrasi," katanya dikutip dari pers rilisnya, Sabtu (13/2/2021).

Dia pun meminta pihak Imigrasi segara melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak Kepolisian untuk dapat segera menangkap kembali Andrew Ayer dalam waktu cepat. Dia mengingatkan jangan sampai buronan tersebut keluar dari pulau Dewata Bali dan sulit untuk ditemukan.

Baca Juga: Buronan Interpol Rusia Kabur dari Kantor Imigrasi Bali

"Pulau Dewata tidak terlalu besar tentunya ini akan lebih mempermudah mencari pelaku, pihak imigrasi harus bertanggung jawab dalam hal ini," ujarnya.

Politisi Golkar itu mengharapkan agar kedepannya pihak Imigrasi dapat lebih memperketat pengamanan dan pengawalan terhadap para tahanan dalam melakukan pemindahan.

"Pihak imigrasi harus menambah jumlah personil saat bertugas dan Jangan sampai peristiwa ini terulang kembali, jika yang lari merupakan tahanan berbahaya, tentunya akan mengancam bangsa dan negara kita" tegasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement