Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Janji Palsu Dai Nippon Berujung Pemenggalan Prajurit PETA di Pantai Ancol

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Minggu, 14 Februari 2021 |09:30 WIB
Janji Palsu Dai Nippon Berujung Pemenggalan Prajurit PETA di Pantai Ancol
Museum PETA/ Okezone
A
A
A

Awalnya, PETA melalui Seinen Dojo (Barisan Pemuda) hanya menerima para pemuda pribumi yang punya darah “biru” alias bangsawan dan kerabatnya, serta pemuda-pemuda terpelajar. Namun seiring berjalannya waktu, Peta juga membuka pendidikan untuk rakyat jelata.

Dari awal pembentukannya hingga pembubarannya kala Jepang kalah dari sekutu di Front Pasifik, PETA banyak melahirkan tokoh-tokoh militer Indonesia yang kemudian jadi figur penting dalam perlawanan terhadap Belanda saat kembali menjajah Indonesia.

Seperti Panglima Besar Jenderal Soedirman, Ahmad Yani, Sarwo Edhie Wibowo, Supardjo Rustam, Sumitro, Kemal Idris, Umar Wirahadikusuma, hingga Soeharto.

Oleh karena itu, untuk mengenang mereka yang gugut saat pemberontakan PETA, setiap tanggal 14 Februari diperingati sebagai Hari Perjuangan Perlawanan PETA. Pemerintah juga membangun patung pimpinan Pasukan PETA Supriyadi di depan museum dan monumen PETA di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bogor.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement