Palestina Tuduh Israel Hentikan Pengiriman 2.000 Dosis Vaksin Sputnik V

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 16 Februari 2021 09:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 18 2362753 palestina-tuduh-israel-hentikan-pengiriman-2-000-dosis-vaksin-sputnik-v-Oli0jkbVBj.jpg Vaksin Sputnik V buatan Rusia (Foto: Reuters)

PALESTINAOtoritas Palestina (PA) menuduh Israel menghentikan pengiriman 2.000 dosis vaksin Sputnik V buatan Rusia dari Tepi Barat ke Gaza.

Israel diklaim memberhentikan pengiriman di pos pemeriksaan Tepi Barat dan memberi tahu Palestina tidak ada persetujuan untuk melanjutkan pengiriman ke Gaza.

Seorang pejabat keamanan Israel mengatakan permintaan PA untuk mengirim 2.000 dosis "masih dalam pemeriksaan" dan "persetujuan belum diberikan".

Pejabat keamanan Israel mengatakan badan yang ditugasi menyetujui transfer adalah dewan keamanan nasional Israel, bagian dari pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Kantor Netanyahu tidak segera memberikan komentar.

(Baca juga: Perempuan Muda Mengaku Diperkosa di Gedung Parlemen, PM Australia Minta Maaf)

Pejabat PA mengatakan mereka mengajukan permintaan transfer ke otoritas pertahanan Israel segera setelah menerima pengiriman awal 10.000 dosis Rusia di Tepi Barat pada 4 Februari.

"Hari ini, 2.000 dosis vaksin Sputnik V Rusia dipindahkan untuk memasuki Jalur Gaza, tetapi otoritas pendudukan mencegah masuknya mereka," kata pernyataan dari Menteri Kesehatan PA Mai Alkaila.

"Dosis ini ditujukan untuk staf medis yang bekerja di ruang perawatan intensif yang ditujukan untuk pasien COVID-19, dan untuk staf yang bekerja di bagian gawat darurat," tambah pernyataan itu.

Pengiriman vaksin dikembalikan ke Ramallah karena perlu disimpan di bawah suhu dingin.

Penundaan itu menyoroti tantangan yang mungkin dihadapi warga Palestina di seluruh Tepi Barat dan Gaza - dua wilayah yang terbagi secara geografis yang direbut Israel dalam perang 1967 dan yang merupakan rumah bagi 5,2 juta warga Palestina.

(Baca juga: Tiga Roket Serang Pangkalan AS, 1 Tewas, 6 Luka)

Diketahui, Israel mengontrol semua titik masuk dan keluar ke Tepi Barat dan sebagian besar perbatasan pesisir dan darat di Jalur Gaza, selain dari perbatasan sempit yang berbatasan dengan Mesir di selatan.

Israel dan Mesir mempertahankan blokade di jalur pantai, dengan alasan kekhawatiran keamanan tentang kelompok militan Islam Hamas, yang telah menguasai Gaza sejak 2007.

Palestina dan kelompok hak asasi menuduh Israel, pemimpin dunia dalam peluncuran vaksin Covid-19 mengabaikan tugasnya sebagai kekuatan pendudukan dengan tidak memasukkan penduduk Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam program inokulasi mereka.

Para pejabat Israel mengatakan di bawah perjanjian damai Oslo, Kementerian Kesehatan Palestina bertanggung jawab untuk memvaksinasi orang-orang di Gaza dan sebagian Tepi Barat ketika PA membatasi pemerintahan sendiri.

PA mulai memberikan vaksin kepada petugas kesehatan di Tepi Barat pada 2 Februari lalu, setelah menerima pengiriman kecil vaksin Moderna Inc dari Israel.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini