Perempuan Muda Mengaku Diperkosa di Gedung Parlemen, PM Australia Minta Maaf

INews.id, · Selasa 16 Februari 2021 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 18 2362741 perempuan-muda-mengaku-diperkosa-di-gedung-parlemen-pm-australia-minta-maaf-eIdDfAzGeU.jpg PM Australia Scott Morrison (Foto: EPA)

CANBERRAPerdana Menteri Australia, Scott Morrison meminta maaf kepada seorang perempuan yang mengaku diperkosa oleh anggota partainya di gedung parlemen negara itu, dua tahun lalu.

Morrison pun menjanjikan penyelidikan menyeluruh terhadap budaya kerja di lingkungan pemerintah.

“(Peristiwa) itu seharusnya tidak terjadi, dan saya benar-benar minta maaf. Saya ingin memastikan setiap perempuan muda yang bekerja di tempat ini seaman mungkin,” kata Morrison kepada wartawan di Canberra, dikutip Reuters.

Perempuan bernama Brittany Higgins itu mengaku telah diperkosa di kantor Menteri Pertahanan Linda Reynolds yang berada di dalam Gedung Parlemen Australia, Maret 2019. Menurut keterangan korban, dia diperkosa oleh seseorang yang bekerja untuk Partai Liberal pimpinan Morrison.

Kepada media lokal, Higgins mengatakan, dia sempat mengadukan peristiwa tak menyenangkan itu ke polisi pada awal April tahun yang sama. Akan tetapi, dia memutuskan untuk tidak mengajukan pengaduan secara resmi lantaran khawatir akan masa depan kariernya sebagai pegawai pemerintah.

(Baca juga: Tiga Roket Serang Pangkalan AS, 1 Tewas, 6 Luka)

Polisi di Ibu Kota Australia, Canberra, juga mengonfirmasi bahwa mereka memang pernah berbicara dengan seorang pelapor pada April 2019. Akan tetapi, sang pelapor kemudian memilih untuk tidak mengajukan pengaduan resmi.

Higgins mengatakan, dia telah memberi tahu staf senior di kantor Reynolds tentang pemerkosaan itu. Dia kemudian diminta untuk menghadiri pertemuan di kantor tempat dia diperkosa.

(Baca juga: Kelas Pembuatan Bom di Masjid, 30 Militan Taliban Tewas)

Pada Senin (15/2) kemarin, Reynolds mengatakan, dia memang pernah diberi tahu tentang pengaduan pemerkosaan itu tahun lalu. Akan tetapi, menhan Australia itu membantah isu yang menyebutkan korban telah ditekan agar tidak membuat pengaduan polisi.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini