JAKARTA - Sebanyak 7 orang korban longsor di Nganjuk, Jawa Timur, belum ditemukan. Sementara 101 warga Desa Ngetos, Nganjuk, mengungsi usai longsor hingga Selasa (16/2/2021).
Warga mengungsi di halaman SD Negeri 3 Ngetos, Kecamatan Ngetos. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk dengan unsur terkait telah mengoperasikan dapur umum dan pelayanan kesehatan.
BPBD juga mencatat per Selasa (16/2/2021), pukul 20.19 WIB, sebanyak 54 KK atau 186 warga terdampak longsor Nganjuk.
Baca Juga: 14 Pengungsi Longsor Nganjuk Positif Covid-19 Usai Jalani Tes Antigen
Longsor juga mengakibatkan 12 warga meninggal dunia dan 20 luka-luka. Mereka yang luka mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat. Hingga semalam (16/2/2021), tujuh warga masih dinyatakan hilang. Tim gabungan terus berupaya untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban yang diperkirakan tertimbun longsor.
Baca Juga: 175 Warga Terdampak Longsor di Nganjuk
Tim gabungan telah mengerahkan lima alat berat untuk membantu pencarian korban di lokasi longsoran.
Diketahui, kejadian longsor ini berlangsung Minggu (14/2/2021), pukul 18.30 WIB. Peristiwa longsor di Desa Ngetos dipicu salah satunya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Rumah warga yang berada di bawah tebing kemiringan tertimbun longsoran hingga mengakibatkan delapan unit rumah warga rusak berat.
(Sazili Mustofa)