Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Soal Kudeta Demokrat, AHY Sebut Presiden Jokowi Tak Tahu Keterlibatan Moeldoko

Kiswondari , Jurnalis-Kamis, 18 Februari 2021 |10:32 WIB
Soal Kudeta Demokrat, AHY Sebut Presiden Jokowi Tak Tahu Keterlibatan Moeldoko
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto : Ist)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengirimkan surat kepada jajaran pengurus PD, baik di tingkat pusat dan daerah, maupun kepada seluruh kader Partai Demokrat, terkait situasi terkini Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan PD (GPK-PD) secara ilegal, pada Rabu (17/2/2021) malam.

Pesan ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP PD, Herzaky Mahendra Putra kepada media.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas soliditas, kesetiaan dan kebulatan tekad dari seluruh kader, yang tetap menjaga kedaulatan, kehormatan, dan eksistensi Partai Demokrat yang kita cintai bersama," tulis AHY dalam pesan tertulisnya.

AHY mengatakan, dirinya terus memantau dan menerima laporan dari para kader tentang GPK PD secara ilegal dan inkonstitusional yang masih saja berupaya melakukan pemberontakan dan pengkhianatan hingga saat ini.

Putra sulung SBY ini mengatakan itu merupakan pola kuno. Pertama, berupaya mempengaruhi para pemilik suara dan tidak berhasil, lalu mencoba mempengaruhi pengurus DPD dan DPC dan tidak berhasil.

Ia memaparkan, mereka mencoba mempengaruhi mantan pengurus yang kecewa, dan mengklaim bahwa itu merepresentasikan pemilik suara. Kedua, berupaya mencoba mempengaruhi semua dengan mengklaim telah berhasil mengumpulkan suara sekian puluh bahkan sekian ratus suara, padahal itu hoaks dan tipuan belaka.

Baca Juga : Digoyang Isu Kudeta, AHY: Polanya Kuno!

"Kemudian, mereka juga menggunakan alasan KLB (Kongres Luar Biasa), karena faktor internal, padahal persoalannya adalah eksternal, yakni kelompok ini sangat menginginkan Seseorang sebagai Capres 2024 dengan jalan menjadi Ketua Umum PD melalui KLB," terangnya.

Menurut AHY, ia telah mendapatkan sinyal bahwa dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak tahu mengenai apa yang dilakukan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam GPK PD secara ilegal. Apa yang menjadi klaim mereka, hanya upaya kelompok GPK PD yang ingin menakut-nakuti kader serta berupaya merusak hubungan baik SBY dan Jokowi.

Baca Juga : Di Tengah Isu Kudeta, AHY Tegaskan Hubungan SBY-Jokowi Baik-Baik Saja

"Terhadap hal itu, saya sudah mendapatkan sinyal bahwa Bapak Presiden tidak tahu-menahu tentang keterlibatan salah satu bawahannya itu. Ini hanya akal-akalan kelompok GPK-PD untuk menakut-nakuti para kader. Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi cukup baik. Tapi kelompok ini berusaha memecah belah hubungan yang telah terjalin dengan baik itu," ujar AHY.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement