Merengek Motor Sport ke Orangtua, Pemuda Ini Nekat Robohkan Rumah

Asep Supiandi, Koran SI · Senin 22 Februari 2021 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 525 2366368 merengek-motor-sport-ke-orangtua-pemuda-ini-nekat-robohkan-rumah-FZWnXWdBhz.jpg Seorang Pemuda Nekat Robohin Rumah karena Tak Dibelikan Motor (Foto: Asep Supiandi)

PURWAKARTA - Seorang pemuda di Purwakarta nekat merobohkan rumahnya setelah merengek motor Kawasaki Ninja kepada kedua orangtuanya namun tak dipenuhi.

Akibatnya, aksi Restu Panji Ramdhan (22) membuat warga sekitar takut dan tak berani keluar rumah. Warga hanya berani mengintip dari bilik jendela aksi nekat pemuda yang diduga mengidap gangguan jiwa tersebut.

Restu baru berhenti merobohkan dinding bagian rumahnya setelah dibujuk ayahnya, Wawan Suwardi (51). Dia juga langsung masuk ke kamarnya untuk makan, sementara Wawan tampak membersihkan sia-sia puing rumahnya yang telah roboh.

"Kondisi kejiwaan anak saya tidak normal sejak 2017 lalu. Dia sudah bertahun-tahun tinggal sendiri di rumah ini, sedangkan saya bersama istri tinggal di rumah saudara di sekitar Fly Over Jalan SMP 5," kata Wawan kepada MNC Portal Indonesia, Senin (22/2/2021).

 Baca juga:Warga Perum PJT 2 Jatiluhur Purwakarta Cemas Longsor Meluas, Hujan Tak Kunjung Reda

Wawan mengatakan, pihak keluarga telah berulang kali mengobati anaknya namun tidak berhasil lantaran pengobatan yang dijalani Restu tak pernah tuntas.

 Baca juga:Longsor di Cirende Purwakarta, Seorang Warga Terkubur Tanah Merah

Dia pun pasrah dan membiarkan anaknya hidup sendiri di rumah yang sebagian dindingnya sudah hampir roboh. Dinding yang roboh tidak hanya dirusak Restu, melainkan juga akibat diterjang hujan dan angin.

"Saya pasrah saja, terkadang juga sering dipukuli kalau keinginan tidak dipenuhi. Apalagi dengan profesi menjadi tukang sapu di kantin salah satu pabrik. Tidak mungkin bisa mengobati dengan biaya yang pastinya mahal," ujar wawan.

Sementara itu, Mantri Polisi (MP) Kelurahan Cisereuh, Dede Ridwan M Nur dan MP Kecamatan Purwakarta, Dikki Sukmawijaya sudah mendatangi lokasi untuk memastikan situasi dan kondisi di lapangan. Setelah dilakukan komunikasi dengan orangtuanya, mereka berjanji akan melakukan penanganan dengan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos).

Kondisi Restu sendiri juga tampak memprihatinkan. Pemuda tanggung itu tinggal di salah satu kamar dengan kasur yang usang. Beberapa dinding tampak jebol dengan lantai kotor dan puing-puing bangunan. Dengan bertelanjang dada, dia asyik menyulut sebatang rokok, seperti tak pernah terjadi apapun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini