Gangster Bentrok di Cirebon, 1 Orang Jarinya Putus Dibacok

Fathnur Rohman, Okezone · Senin 22 Februari 2021 18:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 525 2366427 gangster-bentrok-di-cirebon-1-orang-jarinya-putus-dibacok-ZhHzA6Gv1P.jpg Anggota gangster ditangkap polisi (Foto: Fathnur Rohman)

CIREBON - Sebanyak 10 anggota gangster yang terlibat tawuran di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berhasil ditangkap petugas Sat Reskrim Polresta Cirebon. Sebelum bentrok, mereka sudah membuat janji melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi menyebut, tawuran antara geng Jepang dengan Geng All Star ini terjadi pada 14 Februari 2021, sekitar pukul 01.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, kata dia, ada salah satu anggota geng Jepang yang dianiaya hingga tingga jari tangannya putus.

"Kita mengidentifikasi mereka sebagai geng. Kedua geng ini mengajak berkelahi melalui medsos. Mereka merencanakan bertemu di Pasar Gaya. Para korbannya mengalami luka putus tiga jari, sayatan senjata tajam, memar, dan lainnya," kata Syahduddi di Mapolresta Cirebon, Senin (22/2/2021).

Baca Juga: Curi Motor, Aksi Gangster Sadis Terekam CCTV di Matraman

Syahduddi menyampaikan, dari 10 pelaku ini 8 di antaranya masih di bawah umur. Mereka berinisial RZ (17), MS (16), SF (17), NK (17), SP (17), VR (14), IU (16), AG (16), IAQ (21), dan TRM (20). Para pelaku merupakan anggota dari geng All Star.

Lebih lanjut Syahduddi menjelaskan, aksi penganiayaan terjadi setelah anggota gangster Jepang datang ke lokasi yang sudah ditentukan. Namun, ketika tiba, mereka tidak bertemu dengan anggota geng All Star.

Kemudian, sambungnya, saat anggota geng Jepang berjumlah 12 orang dan berboncengan menggunakan empat sepeda motor akan pulang, mereka justru dihadang kelompok All Star.

"Kelompok All Star, yang berjumlah 20 orang pun menganiaya para korban menggunakan senjata tajam, batu, dan lainnya," ujar Syahduddi.

Dia menambahkan, ada tiga orang yang menjadi korban. Pihaknya mengamankan lima bilah celurit, pedang, dan batu yang digunakan tersangka untuk menganiaya korban, sebagai barang bukti.

Baca Juga:  Bentrok Antargeng di Cirebon Dipicu Saling Tantang di Medsos

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat UU Nomor 35 Tahun 2014 juncto Pasal 170 KUHP, dan diancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

"Tidak hanya menganiaya, tetapi para tersangka juga merusak sepeda motor korban," ucap Syahduddi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini