Rangkaian Kerusuhan di Penjara Ekuador Tewaskan Setidaknya 75 Orang

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 24 Februari 2021 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 18 2367646 rangkaian-kerusuhan-di-penjara-ekuador-tewaskan-setidaknya-75-orang-DsBDgyl5ax.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

QUITO - Serangkaian kerusuhan yang terjadi bersamaan di beberapa penjara di Ekuador telah menewaskan setidaknya 75 nyawa pada Selasa (23/2/2021), menurut keterangan pihak berwenang. Kerusuhan itu pecah karena perebutan kekuasaan geng setelah kematian bos organisasi kriminal baru-baru ini.

Kerusuhan mematikan terjadi hampir secara bersamaan di tiga penjara besar di berbagai bagian Ekuador. Layanan penjara Ekuador, SNAI, awalnya melaporkan korban tewas sebanyak 62 orang, tetapi lebih banyak kerusuhan terjadi di kemudian hari, dan jumlah kematian yang dilaporkan meningkat menjadi 75.

BACA JUGA: Tiga Penjara Rusuh, 50 Tahanan Tewas, Beberapa Napi Terluka

Menurut Direktur Layanan Penjara Edmundo Moncayo, kerusuhan itu muncul terkait perebutan kekuasaan antara geng-geng yang kuat di Ekuador. Pemimpin salah satu geng tersebut, Los Choneros, terbunuh Desember lalu, tak lama setelah dibebaskan bersyarat dari penjara, menyebabkan perpecahan internal dan membuatnya rentan terhadap persaingan.

Badan tersebut diberi tahu oleh polisi nasional bahwa narapidana di sebuah penjara di kota pelabuhan Guayaquil memiliki dua senjata yang diselundupkan kepada mereka oleh seorang penjaga dan bahwa senjata tersebut akan digunakan untuk membunuh para pemimpin Los Choneros.

BACA JUGA: Lebih dari 40 Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Venezuela

Pencarian senjata api di pagi hari memicu kerusuhan, mengakibatkan 21 kematian, kata Moncayo sebagaimana dilansir RT.

Ada juga kekacauan di penjara-penjara di Kota Cuenca dan Latacunga, yang menewaskan masing-masing 33 dan delapan orang. Sekira 70 persen dari seluruh populasi penjara Ekuador ditahan di tiga fasilitas penahanan yang terkena dampak. Pihak berwenang yakin pecahnya kekerasan diatur oleh rival Los Choneros untuk mengantisipasi pembunuhan yang direncanakan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini