Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perebakan Covid-19 Melonjak, Prancis Pertimbangkan Perketat Pembatasan Sosial

Agregasi VOA , Jurnalis-Kamis, 25 Februari 2021 |09:51 WIB
Perebakan Covid-19 Melonjak, Prancis Pertimbangkan Perketat Pembatasan Sosial
Prancis pertimbangkan perketat pembatasan sosial (Foto: Reuters)
A
A
A

PRANCIS - Pemerintah Prancis mempertimbangkan tambahan pembatasan sosial karena situasi pandemi virus Covid-19 di sekitar 10 kawasan negara itu, termasuk Paris-Ile-de-France di sekitar ibu kota Paris, memburuk.

Dalam konferensi pers di Paris, juru bicara pemerintah Gabriel Attal mengatakan pada wartawan jika jumlah perebakan dan tingkat perebakan pekan lalu kembali meningkat, setelah turun pada pekan sebelumnya. Ia mengatakan sebagian kawasan “membutuhkan langkah yang kuat dan segera.”

Ditambahkannya, kawasan yang paling memprihatinkan adalah Hauts-de-France di bagian utara, Ille-de-France atau kawasan Paris, bagian timur Grand Est dan bagian selatan PACA yang mengelilingi kota Marseille.

(Baca juga: FDA: Satu Suntikan Vaksin Johnson & Johnson Cukup untuk Lawan Covid-19)

Para pejabat di kawasan Alpes-Maritimes Mediterranean yang mengelilingi kota Nice dan Cannes, Senin lalu (22/2) mengumumkan pemberlakuan lockdown parsial selama siang hari. Kebijakan ini berlaku hingga dua minggu ke depan. Kawasan itu sebelumnya juga telah memberlakukan pembatasan jam malam selama 12 jam.

Menteri Kesehatan Olivier Veran diperkirakan akan tiba di bagian utara kota pelabuhan Dunkirk Rabu sore untuk membahas kemungkinan peningkatan pembatasan guna mencegah perebakan lebih jauh.

Attal mengatakan pada wartawan bahwa Perdana Menteri Jean Castex akan melangsungkan konferensi pers hari Kamis (25/2) untuk membahas lebih jauh situasi Covid-19 secara keseluruhan. Ditambahkannya, pemerintah Perancis melakukan semua hal yang dapat dilakukan untuk mencegah pemberlakuan kebijakan lockdown secara nasional yang baru.

(Baca juga: Hungaria Jadi Negara Eropa Pertama Gunakan Vaksin Covid-19 Buatan China)

Tidak seperti negara-negara tetangganya, Perancis tidak memberlakukan kebijakan lockdown secara nasional yang baru untuk mengecah varian baru yang lebih menular, dengan harapan kebijakan jam malam yang diterapkan sejak 15 Desember sudah cukup mencegah perebakan pandemi ini.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement