"Pengantin ISIS" Dilarang Masuk ke Inggris

Susi Susanti, Koran SI · Sabtu 27 Februari 2021 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 18 2369250 pengantin-isis-dilarang-masuk-ke-inggris-tc28dhcQgb.jpg "Pengantin" ISIS dilarang masuk ke Inggris (Foto: CNN)

INGGRIS - Mahkamah Agung Inggris memutuskan "pengantin ISIS" Shamima Begum tidak dapat kembali ke Inggris untuk mengajukan banding atas pencabutan kewarganegaraan Inggris-nya.

Presiden Mahkamah Agung, Lord Robert Reed, mengatakan Pengadilan Banding Inggris membuat empat kesalahan tahun lalu ketika memutuskan Begum harus diizinkan kembali ke Inggris untuk melaksanakan bandingnya.

Begum berusia 15 tahun ketika meninggalkan Inggris bersama dua teman sekolahnya untuk bergabung dengan ISIS di Suriah pada 2015 lalu.

Kewarganegaraan Inggrisnya dicabut oleh Menteri Dalam Negeri saat itu Sajid Javid pada 19 Februari 2019 setelah ditemukan di kamp pengungsi Suriah utara.

Menurut Reed, Pengadilan Banding keliru dalam memutuskan hak Begum atas persidangan yang adil harus menang atas hak-hak lain yang bersaing.

(Baca juga: Hidup Sangat Miskin, Pasangan Tunawisma Ini Akhirnya Menikah Setelah Hidup Bersama Selama 24 Tahun)

"Hak atas persidangan yang adil tidak mengalahkan semua pertimbangan lain seperti keamanan publik," kata Reed.

Pengadilan Banding Inggris tahun lalu memutuskan Begum harus diberikan izin untuk masuk ke Inggris untuk bandingnya karena jika tidak, itu tidak akan menjadi "sidang yang adil dan efektif."

Reed menambahkan Pengadilan Banding tidak memberikan penilaian Menteri Dalam Negeri tentang persyaratan untuk memasuki Inggris yakni "rasa hormat yang pantas diterimanya”.

Dia menambahkan pengadilan telah membuat "penilaian sendiri atas persyaratan tersebut" meskipun "tidak ada bukti yang relevan".

(Baca juga: Gajah Mengamuk, Petugas Kebun Binatang Tewas Saat Sedang Membersihkan Kandang)

Mahkamah Agung juga memutuskan banding Begum terhadap pencabutan kewarganegaraan Inggrisnya harus "ditunda" sampai dia dapat berpartisipasi tanpa “mengganggu keamanan publik”.

Dalam penilaiannya, Reed mengatakan Begum saat ini ditahan di sebuah kamp di Suriah.

“Ini bukan solusi yang sempurna karena tidak diketahui berapa lama sebelum itu mungkin," katanya.

"Tidak ada solusi sempurna untuk dilema seperti ini," tambah Reed.

Keputusan untuk mencabut kewarganegaraan Begum mendapat kecaman dari para aktivis hak asasi manusia dan ahli hukum. Mereka berpendapat pencabutan tersebut membuatnya tidak memiliki kewarganegaraan dan membahayakan haknya untuk mengajukan banding yang adil.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini