Kasus Pertukaran Bayi, Departemen Kesehatan Lakukan Penyelidikan Internal

Susi Susanti, Koran SI · Sabtu 27 Februari 2021 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 18 2369324 kasus-pertukaran-bayi-departemen-kesehatan-lakukan-penyelidikan-internal-7tTkYciLwu.jpg Ilustrasi bayi (Foto: iStock & Mums Grape Vine)

MALAYSIA - Departemen Kesehatan negara bagian sedang melakukan penyelidikan internal atas kasus bayi yang ditukar di Rumah Sakit Melaka, Malaysia pekan lalu. Penyelidikan ini untuk mengetahui apakah ada kelalaian dari pihak petugas kesehatan.

Baru-baru ini, insiden penukaran bayi yang lahir pada 12 Februari dengan berat 3,1 kilogram dibagikan oleh seorang wanita di halaman Facebook-nya.

Dalam postingan tersebut, wanita itu mengatakan dirinya diizinkan untuk kembali ke rumah pada 15 Februari lalu tetapi bayi laki-lakinya ditahan di bangsal rumah sakit karena sakit kuning.

Namun, pada 17 Februari ketika dia kembali ke rumah sakit untuk menyusui bayinya, dia terkejut menemukan bayi laki-laki yang bukan anaknya ditempatkan di boks bayi miliknya.

Bayi laki-lakinya itu diambil oleh orang lain setelah mereka diizinkan meninggalkan bangsal pada siang hari di hari yang sama.

(Baca juga: Pesawat Jatuh Tak Lama Setelah Lepas Landas, 3 Penumpang Tewas)

Namun, pihak rumah sakit berhasil menghubungi orang tua bayi tersebut dan mereka kembali menukar bayinya.

Menurut Berita Harian, Badan Kesehatan dan Anti Narkoba EXCO Datuk Rahmad Mariman mengatakan tindakan disipliner harus dilakukan terhadap petugas kesehatan yang terlibat jika ada unsur kelalaian yang menyebabkan kasus tersebut terjadi.

Rahmad menuturkan, kasus pertukaran bayi tersebut diselesaikan dengan baik antara pihak rumah sakit dan kedua keluarga tersebut.

(Baca juga: Tidak Pakai Masker, Bocah 1 Tahun Didenda Rp354.000, Netizen Marah dan Mengecam)

“Kasus ini tidak pernah terjadi di Melaka dan konon karena kesalahan dan kelalaian petugas,” ujarnya.

“Jadi saya merekomendasikan kepada petugas kesehatan yang terlibat untuk dikenakan tindakan disipliner karena ini kasus yang serius,” katanya pada konferensi pers di kantornya di Ayer Molek pada 22 Februari lalu.

"Saya mewakili pemerintah negara bagian dan Departemen Kesehatan negara bagian, dan kami ingin meminta maaf atas masalah ini dan berharap kejadian yang sama tidak terjadi lagi," katanya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini