DALAM kitab "Babad Mataram " diceritakan bahwa pahlawan nasional Untung Surapati berwasiat agar kematiannya serta makamnya dirahasiakan. Perjuangan diteruskan oleh putra-putranya dengan membawa tandu yang berisi Untung Surapati palsu.
Tercatat beberapa versi keberadaan makam Untung Surapati.Ada dua makam Untung di kota Pasuruan, di kawasan makam Dusun Mancilan, kelurahan Pohjentrek, kecamatan Purworejo. Makam itu direnovasi pada tahun 1990 di kawasan Mancilan barat.
Berdasarkan cerita tutur dari sesepuh dan warga sekitar Mancilan, ada juga makam Untung Suropati di Mancilan timur, ada bekas lubang menyerupai goa di bawah dekat sungai yang menuju ke sungai Gembong. Di makam Untung Suropati sebelah timur ini sesuai babad Pasuruan, ada tandanya, yakni pohon serut.
Sedangkan makam yang di barat juga ada gua di bawah makam, kemudian direnovasi oleh Pemerintah kota Pasuruan. Lantas dijadikan acara 'Barian' setiap menjelang peringatan hari jadi kota Pasuruan yang diikuti oleh para pejabat Pemkot.
Di website kota Pasuruan juga ditulis bahwa lokasi yang dianggap sebagai makam untung Suropati berada di dukuh Mancilan dan dukuh Belik, terletak di Kelurahan Pohjentrek Kecamatan Purworejo, Kabupaten Pasuruan. Makam tersebut telah diresmikan pada masa pemerintahan Bupati Drg. H.M Sihabudin.
Sumber lain mengatakan makamnya juga ada di Bangil dan bahkan juga ada di Mojokerto. Ada juga yang menyatakan bahwa makam Untung Suropati sudah dibongkar oleh Herman de Wilde dan jenazahnya dibakar kemudian dibuang ke laut.
Beredar pula berbagai versi mengenai penyebab kematian Untung . Sebagian masyarakat meyakini bahwa Untung meninggal karena terjatuh dari kudanya dalam perjalanan setelah melawan VOC.Sebelumnya Untung kena tembak menembus perutnya.