Hari Pertama Bekerja, Bobby Nasution Pantai Vaksinasi Pedagang di Pasar Sei Sikambing

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Sabtu 27 Februari 2021 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 608 2369401 hari-pertama-bekerja-bobby-nasution-pantai-vaksinasi-pedagang-di-pasar-sei-sikambing-d8oZRVzH5P.jpeg Wali Kota Medan Bobby Nasution saat meninjau vaksinasi Covid-19 di pasar Sei Sikambing, Medan, 27 Februari 2021. (Foto: Wahyudi Aulia/MNC News Portal)

MEDAN - Program vaksinasi Covid-19 menjadi perhatian serius Wali Kota Medan Muhammad Bobby Nasution. Itu terlihat dari aktivitas di hari pertamanya menjabat sebagai Wali Kota, yakni meninjau langsung vaksinasi para pedagang di Pasar Sei Sikambang, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sabtu (27/2/2021).

Di Pasar Sei Sikambing, vaksinasi diprioritaskan kepada para pedagang. Tercatat, ada 104 orang pedagang yang mengikuti vaksinasi. Sebelumnya, mereka telah didata lebih dulu oleh pihak Perusahaan Daerah (PD) Pasar dan Dinas Kesehatan Kota Medan melalui Puskesmas Helvetia dan Puskesmas Darusallam.

BACA JUGA: Bobby Nasution Tinjau Vaksinasi Covid-19 Sopir Angkutan di Kota Medan

Vaksinasi dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Sebelum menjalani vaksinasi, para pedagang lebih dulu melalui sejumlah tahapan. Begitu tiba di lokasi, petugas kesehatan langsung mengecek suhu tubuh pedagang dengan thermo gun. Setelah itu mendaftar ulang, kemudian petugas kesehatan memeriksa tensi darah serta melakukan skrining guna mengecek riwayat penyakit.

Setelah menjalani semua tahapan tersebut, barulah petugas kesehatan melakukan vaksinasi. Usai menjalani penyuntikan vaksinasi, pedagang kemudian menjalani masa observasi selama 30 menit. Observasi dilakukan untuk mengetahui apakah ada dampak atau gejala yang timbul akibat penyuntikan vaksin yang baru dilakukan tersebut. Apabila tidak ada gejala yang ditemukan, maka pedagang dapat meninggalkan lokasi vaksinasi.

BACA JUGA: Kocak, Takut Disuntik, Petugas Damkar Kendal Coba Kabur Saat Vaksinasi Covid-19

Wali kota tiba di Pasar Sei Sikambing sekitar pukul 10.00 WIB bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Dandim 0201/BS Letkol Inf Agus Setiandar, Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman beserta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan. Setelah mencuci tangan di wastafel yang disediakan pihak pasar, Wali Kota langsung mendatangi petugas kesehatan dan menanyakan data peserta dan kesiapan vaksinasi yang dilakukan.

Bobby juga sempat berkomunikasi dengan salah seorang ibu pedagang yang tengah menjalani proses skrining. Selain memberikan penjelasan mengenai vaksinasi yang dilakukan, Wali Kota juga mengingatkan agar ibu pedagang tersebut kembali mengikuti vaksinasi kedua.

“Setelah 14 hari penyuntikan vaksin ini dilakukan, ibu harus datang kembali untuk mendapatkan suntikan vaksin yang kedua. Harus datang ya bu, jika tidak datang, penyuntikan vaksin yang dilakukan ini akan sia-sia,” kata Bobby.

Dengan mengenakan kaos hitam berkerah lengan panjang dan dipadu celana hijau, Wali Kota selanjutnya mendatangi meja beserta petugas medis yang siap memberikan pelayanan kepada pedagang. Dari pengakuan petugas medis maupun pedagang yang telah menjalani vaksin, tak satu pun yang mengalami gejala-gejala setelah penyuntikan vaksin dilakukan.

Sebelumnya, Wali Kota lebih dulu meninjau pelaksanaan vaksinasi di Terminal Terpadu (TTA) Amplas dan Pasar Tradisional Titi Kuning. Wali Kota berharap program vaksinasi yang dilakukan berjalan lancar. Dengan demikian masyarakat memiliki kekebalan sehingga dapat menjalankan aktivitas dengan tenang.

Kadis Kesehatan Kota Medan Edwin Effendy mengatakan, vaksinasi yang dilakukan ini merupakan pencanangan tahap kedua vaksinasi yang dilakukan di Kota Medan. Di tahap kedua ini, ada 4 lokasi pencanangan yang dilakukan yakni TTA Amplas, Pasar Titi Kuning, Pasar Sei Sikambing dan TTA Pinang Baris.

Dikatakan Edwin, masing-masing lokasi menargetkan 200 peserta untuk mendapatkan suntikan vaksin. Setelah itu vaksin akan dilanjutkan lagi dan disesuaikan dengan ketersediaan vaksin yang dimiliki, terutama kepada lansia dan pelayan publik.

“Selain pencanangan, juga sebagai sosialisasi kepada masyarakat bahwasannya vaksinasi sudah dapat dilakukan dengan prioritas lansia dan pelayan publik. Bisa mendaftar melalui aplikasi maupun mendaftar langsung di tempat pelayanan kesehatan seperti klinik, puskesmas dan rumah sakit yang telah ditunjuk,” jelas Edwin.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini