Vaksin yang hanya membutuhkan satu kali suntikan itu dinantikan oleh para pejabat kesehatan yang ingin mempercepat vaksinasi melawan virus corona dan varian baru. Menurut Pusat Riset Virus Corona Johns Hopkins, hingga Sabtu 27 Februari 2021 sore, lebih dari 28,5 juta warga AS telah terinfeksi Covid-19 dan hampir 512.000 telah meninggal dunia akibat penyakit itu.
"Semakin banyak vaksin yang memiliki efikasi tinggi yang bisa kita dapatkan, semakin baik," kata Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS, sebelum keputusan FDA itu.
Sebuah panel FDA dengan suara bulat mendukung vaksin itu pada Jumat 26 Februari 2021, membuka jalan bagi pemberian izin dari badan itu.
Vaksin dosis tunggal itu akan menjadi vaksin virus corona ketiga yang disetujui oleh FDA, setelah Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang sama-sama memerlukan dua dosis.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.