Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita 2 Putri Penguasa Dubai yang Disekap Ayahnya, Putri Latifa: Inggris Harus Usut Penculikan Kaka Saya

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 28 Februari 2021 |10:12 WIB
Cerita 2 Putri Penguasa Dubai yang Disekap Ayahnya, Putri Latifa: Inggris Harus Usut Penculikan Kaka Saya
Putri Latifa anak penguaa Dubai.(Foto:BBC)
A
A
A

Surat Latifa tentang kakaknya merupakan permintaan ketiga yang diajukan kepada polisi untuk menyelidiki penculikan.

Koneksi Syekh dengan Inggris cukup mendalam. Ia berteman dengan Ratu Elizabeth dan salah satu pemilik tanah terluas di Inggris. Pemerintah Inggris menganggap Uni Emirat Arab sebagai mitra bisnis strategis di kawasan itu.

Pada 2000 atau 2001, kantor syekh di London mengontak Kementerian Luar Negeri tentang kasus Shamsa. Kementerian memastikan kontak ini dalam pertemuan parlemen dan menjawab kasus itu adalah urusan polisi.

Namun, dalam Kemenlu sendiri, berdasarkan yang dipahami BBC News, dalam kasus dugaan penculikan ini tak banyak yang bicara.

Tony Blair, perdana menteri saat itu, mengatakan kepada BBC melalui juru bicara bahwa ia "sama sekali tidak ingat kasus ini dalam pemerintahannya."

Menanggapi permintaan BBC terkait hak untuk mendapatkan informasi yang dipegang oleh Kemenlu, kami diberi tahu bahwa "pengungkapan informasi menyangkut hubungan dengan pemerintah Uni Emirat Arab dapat merusak hubungan bilateral antara Inggris dan Uni Emirat Arab."

"Kehidupan zombi Putri Shamsa" Latifa mengatakan Shamsa menghabiskan waktu delapan tahun di penjara setelah ia ditangkap lagi.

Saat dibebaskan pada 2008, Latifa masih bisa bertemu. "Ia harus dikawal ketat. Ia tak mampu buka mata...ia diberi banyak pil untuk mengontrol dia. Pil-pil itu membuatnya seperti zombi."

Orang yang pernah mengontak Shamsa setelah ia dibebaskan mengatakan,"Ia hanya...diam. Semuanya diatur. Tak ada lagi semangat dalam diri Shamsa. Dia biasanya selalu semangat. Tak ada. Ia seperti dalam tempurung." "Saya rasa dia hanya pasrah bahwa seperti itulah hidupnya. Sangat sedih."

Pada 2019, Latifa bertemu Shamsa lagi. Saat itu Latifa disekap setelah mencoba lari. Ia menggambarkan pertemuan itu dengan sepupunya melalui telepon rahasia.

"Latifa memperingatkan saya bahwa saya tak akan mengenal Shamsa lagi. Ia banyak dibius. Ia hidup, tetapi Shamsa bukanlah Shamsa lagi," kata Essabri.

Orang yang mengenal Shamsa mengatakan, "Itu semua tak bisa dibuat-buat. Siapa yang percaya. Rasanya sama sekali tak benar. Namun, sayangnya, itu terjadi. Dan saya paham bahwa orang tak bisa mengerti apa yang terjadi. Mereka hanya melihat mereka sebagai anak orang kaya, dan bukan sesuatu yang mengerikan," pungkasnya.

(Sazili Mustofa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement