JAKARTA - Mantan politikus Partai Demokrat (PD), Gede Pasek Suardika menyidir mereka yang menjadi 'die hard' atau pengikut garis keras partai bintang mercy itu untuk belajar dari apa yang sudah dilakukan Ruhut Sitompul.
Pasek awalnya mengaku enggan berbicara tentang hiruk pikuk yang dialami bekas partainya itu, tapi Pasek merasa didesak untuk bercerita.
Dia pun menceritakan awal mula terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum PD dalam KLB yang berlangsung 30-31 Maret. Hingga akhirnya, SBY setelah terpilih secara aklamasi meminta kepada Pasek agar Anas Urbaningrum menyetorkan nama-nama dari kubu Anas.
Alhasil, meski nama-nama disetorkan, tapi tak diakomodir dalam kepengurusan. Padahal, Anas dan dirinya lah yang mengusulkan agar SBY menjadi Ketum atas dasar untuk menyelamatkan partai dan memahami kader-kader partai yang ingin menjadi caleg.
"Di situ saya baru paham ternyata gentlement aggreement sulit bisa dilakukan walaupun dengan figur yang begitu hebat jika memang sudah tidak ada komitmen. Alkisah semua teman2 AU (Anas Urbaningrum) hilang dari struktur DPP. Kuku Cikeas kuat karena pertama kali Bapak-anak jadi Ketum dan Sekjen (SBY dan Edhie Bhaskoro Yudhoyono)," ucapnya.