Kejam, Balita Tewas Direndam Orangtuanya di Air Panas karena Kotori Popok

Djairan, iNews · Senin 01 Maret 2021 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 18 2370237 kejam-balita-tewas-direndam-orangtuanya-di-air-panas-karena-kotori-popok-GkcBsewd2p.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

CANBERRA - Balita perempuan di Australia, Maddilyn Rose Ava Stokes, dianiaya orangtuanya dengan direndam di air panas. Korban meninggal dunia beberapa hari setelah kejadian.

Perbuatan itu dilakukan ayah korban, Shane David Stokes (33) dan ibunya Nicole Betty Moore (26), sebagai hukuman karena bocah 2 tahun itu mengotori popoknya.

BACA JUGA: Pesawat Mendarat Darurat Setelah Pilot Diserang Kucing di Dalam Kokpit

Stokes dan Moore mengaku bersalah atas tuduhan penyiksaan dan pembunuhan yang dilakukan pada 2017 silam dalam sidang yang digelar Jumat (19/2/2021) pekan lalu. Jaksa dari pengadilan Brisbane, Queensland, mengatakan, Stokes dengan sengaja merendam tubuh putrinya di air panas bak mandi yang menyebabkan luka bakar tingkat 2 pada 20 Mei 2017.

Rose ditemukan tak sadarkan diri oleh paramedis 5 hari kemudian di rumah keluarga di Northgate, Brisbane.

Stokes dan Moore mengaku kepada polisi putri mereka sengaja direndam di air panas.

“Dia (Rose) mengalami dehidrasi dan lemah, tidak bisa makan dan minum, mungkin juga muntah, mengigau, dan tidak sadar sebelum akhirnya mengalami serangan jantung dan berhenti bernapas,” ujar jaksa penuntut, Sarah Farnden, dikutip dari The Sun.

Orangtua Rose juga tidak mencari bantuan medis dan berusaha merawatnya sendiri meskipun putri mereka terluka parah.

BACA JUGA: Wanita Ini Tetap Asik Berdandan Saat Melahirkan, Pembukaan Sudah 10 Sentimeter

Polisi menemukan perban berlumur darah, kapas pembersih make up, dan tisu toilet di rumah mereka. Balita tersebut menderita luka bakar parah di punggung, bokong, selangkangan, dan kaki.

Rose meninggal pada 25 Mei 2017 karena serangan jantung di Rumah Sakit Anak Lady Cilento. Pada Senin (22/2/2021), Stokes dijatuhi hukuman 11 tahun penjara sementara Moore 9,5 tahun atas kematian putri mereka.

“Mengerikan jika membayangkan penderitaan yang dialami putri Anda di tangan Anda, itu seharusnya tidak terjadi,” ujar Hakim David Jackson.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini