Hujan Es Sebesar Kelereng Hebohkan Warga Sleman

Priyo Setyawan, Koran SI · Selasa 02 Maret 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 510 2371015 hujan-es-sebesar-kelereng-hebohkan-warga-sleman-M3VO2rGyIL.jpg Hujan es di Sleman. (Foto: Priyo S)

SLEMAN - Hujan es sebesar kelerang menghebohkan warga di wilayah Bangungkerto, Turi, Sleman, saat hujan lebat disertai angin kencang di wilayah itu, Selasa (2/3/2021) sore. Selain hujan es, beberapa pohon juga tumbang di wilayah Turi, Pakem dan Tempel.

Kabid Kedarurtan dan Logistik Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan mengatakan, hujan es sebesar kelereng tersebut terjadi pukul 15.00 WIB. Namun hujan es tersebut hanya berlangsung sebentar dan tidak ada dampak keruskan yang ditimbulkan.

“Hujan es itu kurang dari 10 menit, tidak ada dampak kerusakan,” kata Makwan.

Baca juga: Angin Kencang dan Hujan Es Hebohkan Warga Maros

Selain hujan es, hujan lebat dan angin kencang juga menyebabkan beberapa pohon tumbang di beberapa wilayah Sleman. Selain di Bangungkerto, Turi, pohon tumbang juga terjadi di Lumbungrejo, Tempel dan Harjobinangun.

“Dari laporan yang masuk hingga pukul 16.00 WIB pohon tumbang terjadi di empat titik, satu titik di Bangungkerto, Turi dan Harjobinangun Pakem, serta dua titik di Lumbungrejo, Tempel,” urainya.

Pohon tumbang itu ada yang melintang di jalan, menimpa tiang listrik dan menimpa warga. Pohon tumbang yang melintang jalan terjadi di Bangunsari, Bangungkerto, Turi dan Kopen, Lumbungrejo, Tempel. Sedangkan yang menimpa tiang listirk terjadi di Kopen. Terakhir, yang menimpa warga terjadi di Jurangjero, Harjobinangun, Pakem.

Baca juga: Kustini Tandai Sejarah Baru, Bupati Perempuan Pertama di Sleman

“Hujan lebat dan angin kencang juga merusak atap rumah warga Tempel, Lumbungrejo, Tempel,” jelasnya.

Selain itu, juga dilaporkan, travo listrik di Pokoh, Wedomartani, Ngemplak meletus karena tersambar petir. Sementara itu pohon kelapa di utara RSUD Sleman, Morongan juga tersambar petir. Saat ini petugas bersama relawan dan masyarakat masih melakukan penangganan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini