Hujan Lebat di Kawasan Tugu Yogyakarta Disertai Butiran Es Sebesar Kelereng

Agregasi Harian Jogja, · Rabu 03 Maret 2021 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 510 2371547 hujan-labat-di-kawasan-tugu-yogyakarta-disertai-butiran-es-sebesar-kelereng-zgke46WV4J.jpg Hujan es di kawasan Tugu Yogyakarta (Foto: Harian Jogja)

YOGYAKARTA - Hujan lebat mengguyur kawasan Tugu Yogyakarta, Rabu (3/3/2021) siang, disertai dengan butiran es sebesar kelereng. Hujan tersebut mengguyur sejak pukul 13.10 WIB.

“Hujannya deras sekali disertai es sebesar kelereng kecil. Dari dalam rumah terdengar bunyi klothak-klothak di genting,” kata Maya, penduduk Jetis.

Menurutnya, hujan lebat disertai es berlangsung cukup lama. Sebelumnya, hujan es terjadi di wilayah Bangunkerto, Turi, Sleman, Selasa 2 Maret 2021 dan wilayah Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Sabtu 27 Februai 2021 sore.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena serupa masih akan terjadi hingga April mendatang.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas mengatakan hujan es merupakan fenomena alam biasa yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat. "Saat udara hangat, lembab dan labil terjadi di permukaan bumi maka pengaruh pemanasan bumi yang intensif akibat radiasi matahari akan mengangkat massa udara tersebut ke atas atau atmosfer dan mengalami pendinginan," jelas Reni.

Menurut Reni, setelah terjadi kondensasi akan terbentuk titik-titik air yang terlihat sebagai awan Cumulonimbus (Cb). Lantaran kuatnya energi dorongan ke atas saat terjadi proses konveksi maka puncak awan sangat tinggi hingga sampai freezing level. "Freezing level ini terbentuk kristal-kristal es dengan ukuran yang cukup besar," katanya.

Tugu Yogyakarta Direvitalisasi, Kabel Melintang Tidak Ada Lagi

Baca Juga : Hujan Es Sebesar Kelereng Hebohkan Warga Sleman

Saat awan sudah masak dan tidak mampu menahan berat uap air, terjadi hujan lebat disertai es. "Es yang turun ini bergesekan dengan udara sehingga mencair dan ketika sampai permukaan tanah ukurannya lebih kecil," papar Reni.

Potensi hujan es masih akan terjadi hingga berakhirnya masa pancaroba sekitar April mendatang. Dia menghimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan es disertai petir dan angin kencang. "Selalu memperhatikan perubahan cuaca dan update informasi cuaca dari BMKG DIY Stasiun Klimatologi Sleman," katanya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini