Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Mereka yang Berhasil Meningkatkan Taraf Hidup Berkat Inklusi Keuangan

Agustina Wulandari , Jurnalis-Jum'at, 05 Maret 2021 |15:00 WIB
Kisah Mereka yang Berhasil Meningkatkan Taraf Hidup Berkat Inklusi Keuangan
Foto : Dok.Grab Indonesia
A
A
A

Setelah bergabung sebagai mitra pengemudi GrabCar, ayah dari dua orang anak ini mengaku mampu mencatat pemasukan hingga Rp10 juta per bulannya. Angka tersebut cukup fantastis untuk menutupi biaya angsuran mobil Hamka, di mana totalnya sebesar Rp3,8 juta per bulan untuk selama 4 tahun. Mobil mini MPV berkapasitas 1,197 CC miliknya, kini tersisa dua tahun masa angsuran.

"Alasan saya bergabung di Grab karena waktu kerja dan sumber pendapatan yang fleksibel, artinya dapat uang kalau bekerja. Kalau tidak bekerja, ya tidak dapat,” tuturnya.

Banyak hal positif yang ditemui sejak Hamka menekuni pekerjaannya sebagai mitra pengemudi GrabCar. Salah satunya adalah Grab memiliki banyak mitra pengemudi dengan ragam karakter dan tentunya dirasa menyenangkan.

Paling utama, kata Hamka, berkahnya lebih berdampak dibandingkan beberapa pekerjaan sebelumnya. Termasuk jauh lebih mudah mengatur waktu untuk beribadah.

"Prinsip saya, berapapun banyak rupiah yang didapat kalau tidak berkah, ya sama saja nol," ujarnya.

“Biasanya saya mulai narik setelah shalat subuh dan pulang sore atau malam hari. Kalau mau lebih maksimal lagi, jalannya malam. Biasanya bisa dapat lebih banyak lagi,” kata Hamka.

Rencana Hamka ke depan adalah melunasi pembayaran cicilan mobilnya, kemudian ia mengincar rumah dengan estimasi angsuran yang sama dengan mobilnya. Ia optimis akan terealisasi secepatnya, komitmen, dan konsistensi menjadi kuncinya.

"Saya belajar dari cicilan mobil ini. Artinya kalau lancar, berarti saya bisa membeli rumah dengan angsuran yang sama," ujarnya.

Hamka adalah salah satu dari jutaan mitra pengemudi Grab yang berusaha keras untuk meraih impiannya. Saat ini, Grab menyediakan layanan dengan jangkauan terluas di Asia Tenggara di 397 kota yang tersebar di 8 negara dengan lebih dari 214 juta unduhan aplikasi, termasuk Indonesia.

Tak hanya Hamka yang merasakan keuntungan menjadi mitra Grab, Joni Sius Tse telah bergabung menjadi mitra Grab sejak 2018. Meski terlihat santai, namun dunia perojolan ini sungguh keras. Mereka yang gigihlah yang mampu bertahan, segala kondisi pun diterjang, mau panas dan hujan, pagi atau malam sudah biasa dalam keseharian mereka. Semua demi memenuhi kebutuhan hidup.

Awalnya, pria kelahiran Timor Tengah Selatan, 44 tahun lalu memutuskan menjadi mitra pengemudi untuk mencari pekerjaan sampingan. Hingga pada akhirnya, kini pekerjaan ini menjadi mata pencaharian utamanya.

Foto: Dok.Grab Indonesia

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement