Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terjadi Lonjakan Kejadian Gempa Pemicu Tsunami, Kepala BMKG: Mitigasi Bencana Harus Diprioritaskan

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 05 Maret 2021 |15:05 WIB
Terjadi Lonjakan Kejadian Gempa Pemicu Tsunami, Kepala BMKG: Mitigasi Bencana Harus Diprioritaskan
Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyebutkan, saat ini terjadi lonjakan kejadian gempa-gempa yang bisa memicu tsunami.

“Data BMKG menunjukkan terjadi pelompatan kejadian gempa-gempa bumi yang dapat memicu tsunami,” ungkap Dwikorita dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) Tahun 2021 secara virtual, Jumat (5/3/2021).

Dwikorita dalam kesempatan itu, meminta agar mitigasi bencana khususnya tsunami tetap diprioritaskan meskipun di era pandemi Covid-19.

“Sarana dan prasarana itulah kami mohon kebijakan khusus. Di era pandemi ini, mohon upaya untuk mitigasi bencana tetap diprioritaskan. Karena kita ingin selamat dari pandemi tetapi juga tidak tersapu tsunami,” katanya.

Baca Juga: Cerita BMKG: Dulu Diprotes saat Bahas Bencana, Kini Paling Ditunggu Infonya

Dwikorita mengatakan sebetulnya potensi tsunami hanya berada di wilayah-wilayah pesisir Indonesia saja. “Dan sebetulnya wilayah-wilayah itu kan diidentifikasi tidak di seluruh Indonesia, hanya di sepanjang pesisir saja.”

“Jadi permohonan kami, ini mumpung banyak hadir para pejabat yang memegang kebijakan, mohon kebijakan untuk memperkuat sarana dan prasarana evakuasi peringatan dini dan mungkin multi bahaya itu tidak terkalahkan dengan hal-hal yang lain,” kata Dwikorita.

Baca Juga: Menhub Sebut 316 Lokasi di Indonesia Sudah Terpasang Alat Deteksi Gempa dan Tsunami

Apalagi, Dwikorita menceritakan bahwa jalur-jalur evakuasi tsunami di beberapa daerah justru terhalang oleh sungai.

“Ternyata di lapangan tidak ada fasilitasnya. Jalur evakuasinya itu terhalang oleh sungai-sungai. Jadi mereka ketika akan dievakuasi harus berenang padahal sungainya itu jalur tsunami. Dan ini di banyak daerah, hampir setiap daerah jalur evakuasinya dilewati jalur sungai. Nah poin inilah, saat ini kami masih di lapangan kebetulan di Trenggalek, kemarin di Pacitan, kemudian di Banyuwangi. Itu sama,” tukasnya.

Sehingga, tegas Dwikorita juga mengatakan jangan sampai kebijakan belum dilaksanakan namun sudah terjadi bencana tsunami. “Sehingga jangan sampai kebijakannya belum ditetapkan tsunaminya sudah terjadi,” katanya.

(Sazili Mustofa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement