"Tanpa jabatan politik di pemerintahan dia tidak punya pegangan apa-apa yang membuat dia layak sebagai Ketum," ujarnya.
Baca juga: AHY: Moeldoko Punya Ambisi Pribadi untuk Mencaplok Demokrat
Namun demikian, sambung Hensat, jika Moeldoko berani mundur dari jabatannya, maka Moeldoko memiliki keberanian yang luar biasa. Meskipun akan dituduh pencitraan, mantan Panglima TNI itu akan tetap dinilai berjiwa ksatria.
"Bila Pak Moeldoko berani mundur maka luar biasa keberaniannya, dituduh pencitraan sudah pasti tapi kan tetap saja berjiwa ksatria," tandas Doktor Research in Management itu.
(Awaludin)