Kendalikan Covid-19, Pemprov Jatim Kembali Perpanjang PPKM Mikro

Antara, · Minggu 07 Maret 2021 22:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 07 519 2373888 kendalikan-covid-19-pemprov-jatim-kembali-perpanjang-ppkm-mikro-ItyTwAzKNm.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro, untuk semakin mengendalikan penyebaran kasus Covid-19 di wilayah setempat.

“Iya diperpanjang kembali,” ujar juru bicara Satgas Kuratif Covid-19 Jatim dr. Makhyan Jibril Al Farabi ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (7/3/2021).

Baca juga:  Jokowi Sebut PPKM Mikro Efektif Turunkan Kasus Covid-19

PPKM Mikro diberlakukan di Jatim telah dimulai sejak 9 Februari 2021 dan berakhir pada 22 Februari 2021, kemudian diperpanjang 23 Februari 2021 sampai 8 Maret.

Pemerintah pusat, melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, juga telah mengirimkan edaran berupa Instruksi Mendagri Nomor 05 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro, yakni mulai 9 Februari 2021 hingga 22 Maret 2021.

Baca juga:  Selama PPKM, 15 Bandara Layani 1.695.485 Penumpang

Menurut dia, di Jatim program PPKM I, PPKM II, PPKM Mikro I dan PPKM Mikro II menunjukkan hasil signifikan atau semakin baik.

Terlihat, kata dr Jibril, saat awal tahun sempat delapan daerah memasuki zona merah atau risiko tinggi, lalu sekarang terdapat 16 daerah zona kuning (risiko rendah) dan 22 daerah lainnya zona oranye (risiko sedang).

“Artinya, penyebaran Covid-19 di Jatim cukup terkendali,” ucap anggota Satgas Kuratif Covid-19 Jatim tersebut.

Ia menjelaskan, selama pelaksanaan PPKM mikro, hasil signifikan tampak pada penurunan jumlah pasien Covid-19 yang harus dirawat di Ruang Isolasi Biasa maupun ICU.

Selama PPKM tahap I dan II serta PPKM Mikro I dan II, BOR Isolasi biasa di Jatim telah berhasil turun dari 79% menjadi 34%.

BOR ICU juga telah berhasil turun dari 73% menjadi 52%, atau artinya keterisian rumah sakit di Jatim sudah sesuai syarat dari WHO, yakni di bawah 60%.

Sebelum dilaksanakan PPKM Mikro, lanjut dia, juga terdapat 210 RT zona merah atau berisiko tinggi penularan di Jatim sesuai dengan kriteria Gugus Tugas Covid-19 Nasional.

“Di akhir PPKM Mikro ini, saat ini RT zona merah sudah tidak ada lagi atau nihil,” kata dr Jibril.

Kendati demikian, ia tetap meminta seluruh masyarakat di Jatim diharapkan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Jangan sampai lengah dan terus tingkatkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini