JAKARTA - Agus Harimurti Yudhoyono (SBY) tak bisa menyembunyikan kegeramannya usai diselenggarakannya Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang, Sumut, Jumat 5 Maret 2020.
Moeldoko yang terpilih jadi Ketum Demokrat versi KLB pun mendapat serangan balik dan sindiran pedas yang menohok. Berikut rangkuman pernyataannya:
1. Moeldoko Pakai Cara Ilegal
AHY mengatakan, pengambilalihan paksa kursi pimpinan Demokrat bukan hanya ujian terhadap kedaulatan partai. Tetapi, kata dia, ini adalah ujian bagi demokrasi Indonesia. Pasalnya, aktor eksternal partai dalam hal ini Moeldoko justru didapuk menjadi pimpinannya.
"Kali ini sungguh berbeda karena aktor eksternal yaitu KSP saudara Moeldoko yang terlibat langsung dan dengan kesadaran penuh mengambil kepemimpinan PD secara tidak sah secara ilegal dan secara inkonstitusional," ujarnya saat rapat pimpinan partai, Minggu (7/3/2021).
2. Tidak Terpuji dan Memalukan
AHY mengecam pelaksanaan KLB Demokrat tersebut. Ia menilai, Moeldoko yang ditetapkan menjadi ketua umum memiliki sifat tidak bermoral dan tidak berjiwa ksatria. Karena itulah, pihaknya akan melawan hasil KLB tersebut.
Baca juga: Mahfud MD: Ketum Partai Demokrat Sampai Saat Ini adalah AHY
"Dinobatkan sebagai ketua umum PD versi KLB di Deliserdang Sumut, ya sungguh sesuatu yang tidak terpuji, tidak ksatria, dan memalukan karena jauh dari moral etika dan keteladan di partai ini. Kami tentu punya hak dan kewajiban moral melawan GPK PD yang tidak sah itu," jelas AHY.
3. Salut ke Moeldoko
AHY menyindir Moeldoko dengan kata ‘salut’. Hal itu karena Moeldoko bertingkah seperti pemimpin sah Partai Demokrat.
"Saya salut dengan saudara Moeldoko dan siapa pun yang seolah-olah legitimate dalam KLB ilegal Deli Serdang tersebut, menggunakan jaket Demokrat yang tidak menjadi haknya kemudian menyuarakan bahwa merekalah yang memiliki otoritas sekarang," kata AHY dalam rapat pimpinan di DPP Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/3/2021).
Baca juga: AHY: Saya Salut sama Moeldoko, Pakai Jaket Demokrat yang Bukan Haknya
AHY mengatakan KLB Demokrat yang diselenggarakan Jhoni Allen Marbun Cs itu tidak masuk akal. "Itulah sikap dan perilaku mereka," ucapnya.
4. Moeldoko Musuh Bersama
AHY menegaskan Moeldoko adalah musuh bersama Partai Demokrat. Ia disebut berkoalisi dengan segelintir kader yang sudah dipecat secara tidak hormat. Karena itulah hasil KLB Deli Serdang harus dilawan.
"Yang jelas kita punya musuh bersama hari ini. Aktor eksternal, yaitu KSP Moeldoko yang bersengkokol dengan segelintir kader, banyak juga dari mereka yang sudah dipecat secara tidak hormat, berkolusi dan juga mencoba untuk memutarbalikkan fakta, menggulingkan kepemimpinan partai Demokrat yang sah berdasarkan Kongres Ke-5 tanggal 15 Maret 2020 yang lalu," ujar AHY.
5. Ambisi Pribadi Moeldoko
AHY menegaskan bahwa Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, adalah ilegal dan inkonstitusional. AHY menyebut Moeldoko memiliki ambisi pribadi untuk mendongkel kepemimpinan partai yang sah.
"KSP Moeldoko memiliki ambisi pribadi untuk mencaplok, mendongkel kepemimpinan Demokrat yang sah. Kami tentu ingin terus menggunakan akal sehat dan hati nurani," ucap AHY.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.