Anastasia, Gadis Manis Penderita Kaki Gajah Butuh Biaya Berobat

Dion Umbu Ana Lodu, iNews · Selasa 09 Maret 2021 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 340 2374542 anastasia-gadis-manis-penderita-kaki-gajah-butuh-biaya-berobat-HAdYiU49Bb.png Anastasia hanya bisa terbaring lemas di rumahnya (foto: tangkapan layar)

SUMBA BARAT DAYA – Anastasia Arnonce Lende, harus lalui hari – harinya dalam kepiluan, karena alami sakit Filariasis Limfatik atau kaki gajah. Gadis kelahiran 10 Agustus 1999 silam itu, lebih banyak habiskan hidupnya dengan berbaring di salah satu bagian kediaman keluarganya yang terletak di desa Pero, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya – NTT.

Dia tak menduga sebelumnya ketika didatangi Fredirikus Bulu Ladi, seorang tenaga pendamping Disabilitas Kementerian Sosial RI, pada Minggu 7 Maret 2021 jelang petang lalu. Kedatangan pendamping yang membawakan bantuan paket sembako bersama wartawan itu, akhirnya disambutnya dengan senyum tipis, pasca dirinya mengetahui maksud dari kehadiran wartawan dan pendamping.

“Beginilah sudah saya tiap hari, tidak bisa bergerak lebih banyak. Kalau jalan pasti hanya sebatas dua tiga meter saja, itupun dengan tongkat. Kalau dipaksa rasa capai sekali, karena kaki kiri saya ini berat sekali,” tuturnya lirih didampingi Yustina Bulu, ibunda tercintanya.

Baca juga: Derita Kaki Gajah, Bocah 11 Tahun Merintih Kesakitan Selama 5 Tahun

Dalam kesempatan itu, Anastasia juga menceritakan, jika tidak menderita sakit, dia ingin bisa tetap bersekolah dan kemudian bisa membantu ekonnomi keluarganya, dengan bekerja baik di luar rumah ataupun sebatas membantu orang tuanya di kebun.

“Coba tidak sakit, saya mau sekolah dan kemudian kerja bantu orang tua. Ini sekarang untuk melangkah saja saya sulit sekali,” timpalnya.

Baca juga: Digigit Nyamuk 5 Tahun Lalu, Kaki Hussain Kini Mengeras bak Batu

Niat untuk sembuh tetap Anastasia pelihara, begitupun keluarganya. Hanya saja, kendala dalam biaya masih menjadikan niat itu jauh pangggang dari api.

“Dia ini lahir normal, namun sekitar usia lima bulan kaki kirinya jadi biru. Lama – lama bengkak dan membesar. Satu kali saja kami bawa ke Puskesmas. Kami sama sekali tidak duga akan jadi seperti sekarang. Kami ingin dia sembuh, tapi apa daya, biaya berobat kami belum ada,” imbuh Yustina.

Sejak usia delapan tahun, Anastasia yang merupakan buah cinta pasangan Yustina Bulu dan Lukas Lende Bulu itu, akhirnya berhenti bersekolah dan hanya habiskan waktunya di rumah. Doa dan harapan tetap dipanjatkan dan dijaga Anastasia dan keluarganya. Yang hanya menyandarkan hidupnya sebagai petani itu. Mereka masih yakin, tangan Tuhan akan menggerakan hati orang – orang yang peduli, higga nantinya keinginan untuk berobat bisa tergapai.

“Saya hanya terus berdoa dan berharap, ada yang membantu saya dan orang tua saya untuk berobat dan operasi kaki saya. Karena pasti akan butuhkan biaya tidak sedikit, karena harus dilakukan di Rumah Sakit Sanglah – Bali. Jika sampai tidak ada, yaa kami hanya bisa pasrah,” pungkas Anastasia dengan suara terbata – batas dan mata sembab oleh air mata yang menetes, sembari ditenangkan Yustina ibunya yang juga memendam lara hati.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini