Share

Militer Myanmar Cabut Izin 5 Media yang Liput Protes Antikudeta

Agregasi VOA, · Selasa 09 Maret 2021 05:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 18 2374602 militer-myanmar-cabut-izin-5-media-yang-liput-protes-antikudeta-1ZQC1LoPs4.jpg Militer lakukan patroli pada aksi anti-kudeta militer (Foto Reuters)

YANGON - Dewan Militer Myanmar mengumumkan telah mencabut izin lima perusahaan media independen. Berbagai laporan menyebutkan beberapa pria bersenjata menggeledah kantor salah satu dari perusahaan itu dan menangkap seorang editor yang meliput protes-protes antikudeta.

Media pemerintah Myanmar melaporkan bahwa kelima perusahaan media itu adalah Myanmar Now, Khit Thit media, Democratic Voice of Burma (DVB), Mizzima, dan 7 Day. DVB, Mizzima dan 7 Day adalah afiliasi VOA.

Pencabutan izin itu berdampak pada publikasi konvensional dan televisi, serta platform digital.

Kelima media itu telah meliput protes-protes anti-kudeta secara luas.

(Baca juga: Koalisi Pimpinan Saudi Lancarkan Serangan Udara ke Ibu Kota Yaman)

Di laman Facebook-nya Senin (8/3), Redaktur Utama Mizzima Soe Myint mengecam aksi itu. Dia mengatakan Mizzima akan terus berjuang melawan kudeta militer dan memulihkan demokrasi dengan mempublikasikan dan menyiarkan berita lewat berbagai platform, termasuk Facebook.

Sementara, VOA melaporkan beberapa pria bersenjata dalam lima truk militer menggeledah kantor Myanmar Now pada Senin (8/3). Tidak ada staf yang berada di kantor karena mereka bekerja dari rumah akibat pandemi. Para saksi mata mengatakan beberapa pria bersenjata itu menyita dokumen.

VOA juga mengonfirmasi berbagai laporan bahwa Sai Zin DD Zon, kepala editor Eastern Review, ditangkap pada Senin (8/3) di ibukota negara bagian Shan, Taunggyi, ketika meliput protes-protes disana. Dia dilaporkan telah dibebaskan setelah menandatangani pernyataan tidak akan mengambil foto protes-protes lagi. Kameranya dikembalikan, tapi mengatakan kartu di dalamnya hilang.

(Baca juga: 2 Demonstran Antikudeta Myanmar Tewas Ditembak di Kepala, Toko-Toko di Yangon Tutup)

Protes dan aksi mogok besar-besaran telah diadakan di seluruh Myanmar sejak militer merebut pemerintahan pada 1 Februari.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini