Kembali ke soal konflik Demokrat, Jerry menilai, linguistik verbal politik Moeldoko memang sejak awal agak mencurigakan. Sehingga ia menduga hal ini sudah dipersiapkan secara matang dan mapan. Kunci utamanya hingga Moeldoko diusung oleh para tokoh-tokoh penting yakni klaim menurunnya jumlah suara dan kursi di DPR.
Jika merujuk pada hasil pemilu-pemilu sebelumnya, partai Demokrat menjadi partai yang ditakuti Golkar dan PDIP pada tahun 2004 dan 2009.
Dia menuturkan, pada Pemilu 2009, Partai Demokrat menjadi Pemenang Pemilu Legislatif 2009. Partai Demokrat memperoleh 148 kursi di DPR RI, setelah mendapat 21.703.137 total suara (20,4%). Partai Demokrat meraih suara terbanyak di banyak provinsi, hal yang pada pemilu sebelumnya tidak terjadi, seperti di Aceh, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Belum lagi, sambung dia, munculnya generasi ke 4 dan 5 yang kebanyakan duduk di posisi pimpinan Demokrat. Paling tidak ada kecemburuan dari para senior dan pendiri partai.
Di sisi lain, pendekatan persuasif dari AHY yang kurang hingga membuat sikap apatis terhadapnya. "Sebetulnya jika Edhie Baskoro yang naik maka lain lagi. Sebetulnya Edhie Baskoro lebih diterima di internal ketimbang AHY," bebernya.
(Sazili Mustofa)