JAKARTA - Penggagas Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, Darmizal menangis saat menyampaikan alasan KLB digelar. Dia menangis karena adanya sejumlah peraturan organisasi (PO) yang membuat buruk Partai Demokrat.
Salah satunya, dia menyebut setiap bulan pimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) wajib menyetor sejumlah uang kepada DPP Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Baca juga: Ikut KLB, Ketua DPC Padangsidimpuan dan Humbahas Dipecat DPP Demokrat
"PO yang mewajibkan fraksi tingkat 1 dan tingkat 2 menyetor ke DPP setiap bulan. Secara moral tidak baik, secara etika politik tidak baik," kata Darmizal di Kuningan Jakarta, Selasa (9/3/2021).
Dia menilai, sebagai pimpinan seharusnya memberikan dukungan kepada anggotanya agar dapat dekat ke masyarakat, bukan meminta kepada anggota.
Baca juga: AHY Temui Mahfud MD, Demokrat: Tone-nya Sangat Positif
"Mestinya seorang pemimpin itu harus mendukung agar mendekati rakyat atau konstituen," jelasnya.
Kemudian anggota DPC dan DPD juga dinilai buntu untuk menyampaikan aspirasi. Sebab, ketua DPP, ketua fraksi dan majelis tinggi dikuasai oleh satu keluarga.
"Ketum dan waketum serta ketua fraksi adalah anak dari Ketua Majelis Tinggi. Keluhan ini berdatangan secara bergelombang," jelasnya.
Kemudian pada Januari 2021 laporan masyarakat tersebut meledak hingga tercetus Kongres Luar Biasa (KLB).
"Diskusi kecil kawan-kawan ini meledak. Yang disebut dagelan kudeta pengambilalihan ketum Demokrat," pungkasnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.