Share

Pembaca Berita Transgender Pertama Mulai Mengudara

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 10 Maret 2021 09:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 18 2375348 pembaca-berita-transgender-pertama-di-bangladesh-mulai-mengudara-0W8pwBMqck.jpg Pembaca berita wanita transgender pertama di Bangladesh (Foto: BBC)

BANGLADESH - Seorang wanita yang selamat dari perundungan, penyerangan, dan upaya bunuh diri telah memulai debutnya sebagai pembaca berita transgender pertama di Bangladesh.

Tashnuva Anan Shishir, 29, menyampaikan buletin berita tiga menit di stasiun TV swasta pada Senin (8/3), saat Hari Perempuan Internasional.

"Hari ini saya mendapatkan platform itu," katanya kepada Nagib Bahar dari BBC Bengali.

Dia mengatakan dirinya telah menghabiskan hidupnya dengan tekad untuk belajar dan memajukan karirnya sehingga dia dapat mengungkapkan pendapatnya.

Shishir menyadari di awal masa remajanya jika dia transgender. Dia mengakui telah menghadapi "penyiksaan mental" serta pelecehan seksual.

(Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Melonjak, RS Terancam Tutup)

Dia merasa malu karena keluarganya juga dilecehkan dan mengatakan ayahnya telah berhenti berbicara dengannya.

Setelah meninggalkan kota asalnya, dia tinggal sendirian di ibu kota Dhaka dan di Narayanganj. Bertekad untuk belajar, dia melanjutkan untuk mendapatkan gelar master dalam kesehatan masyarakat di Dhaka.

"Saya tidak pernah meninggalkan sekolah. Indra keenam saya selalu menyuruh saya untuk terus belajar. Jika saya terus membaca, saya akan bisa pergi ke suatu tempat," katanya kepada BBC Bengali (dalam bahasa Bangla).

(Baca juga: Unjuk Rasa Hari Perempuan Internasional, Polisi Bentrok dengan Ibu-ibu dan Aktivis Perempuan)

"Saya melanjutkan studi saya meskipun mengalami ratusan hinaan hari demi hari. Yang ada dalam pikiran saya adalah bahwa saya harus melanjutkan studi saya,” terangnya.

Shishir pun mencoba mendekati sejumlah stasiun TV untuk meminta pekerjaan. Namun hanya stasiun swasta Boishakhi yang "cukup berani untuk menerima dirinya”.

Menurut kantor berita AFP, juru bicara Boishakhi TV, Julfikar Ali Manik, mengatakan itu adalah "langkah bersejarah" dan saluran tersebut bertekad untuk memberinya kesempatan meskipun ada risiko reaksi dari beberapa pemirsa.

Shishir menjelaskan dirinya mengalami "gemetar di dalam" sebelum mengudara, tetapi dia telah "mencoba untuk memikirkan drama panggung dan mengikuti teknik yang di pelajari di sana".

Setelah membaca berita, dia menangis karena emosi.

Dia mengatakan dia marah sebagai seorang anak karena dia bukan "laki-laki atau perempuan biasa". Tetapi dia mengatakan kepada BBC bahwa dia sekarang bangga menjadi pelopor dalam komunitas LGBT.

“Mungkin sang pencipta menciptakan saya dan membuka jalan bagi perkembangan takdir komunitas ini,” ujarnya.

Akhir tahun ini, dia juga akan tampil di dua film.

Diketahui, sekitar 1,5 juta orang adalah transgender di Bangladesh dan menghadapi diskriminasi dan kekerasan. Beberapa di antaranya terpaksa bertahan hidup dengan mengemis atau bekerja di perdagangan seks.

Pada 2013, pemerintah Bangladesh mengizinkan transgender dikenali sebagai gender terpisah. Lima tahun kemudian mereka diizinkan mendaftar untuk memilih sebagai gender ketiga.

Shishir bukan presenter transgender pertama di wilayah tersebut. Di Pakistan, Marvia Malik menjadi penyiar swasta Kohenoor pada 2018. Lalu di India, Padmini Prakash menjadi transgender pertama yang menyajikan acara berita harian pada 2014.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini