Mewah, Thailand Luncurkan Skema Karantina Covid-19 di Kapal Pesiar

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 11 Maret 2021 06:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 11 18 2375944 mewah-thailand-luncurkan-skema-karantina-covid-19-di-kapal-pesiar-LjGq6TS3Mx.jpg Kapal pesiar (Foto: Reuters)

THAILAND - Semua pengunjung yang datang ke Thailand saat ini harus menghabiskan masa karantina Covid-19 selama 14 hari. Namun saat ini mereka dapat memilih cara yang lebih mewah untuk karantina, yakni berada di kapal pesiar atau yacht.

Syaratnya, para pendatang ini harus membawa kapal pesiar sendiri.

Menurut siaran pers dari Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) yang diterbitkan Rabu (10/3), "Karantina Kapal Pesiar Digital" bertujuan untuk menarik wisatawan kapal pesiar ke Phuket saat negara itu dibuka kembali untuk pengunjung.

Untuk memanfaatkan skema baru, pelancong kapal pesiar akan diuji oleh otoritas Thailand dan kemudian diberikan pelacak kesehatan digital.

Nantinya pelacak akan memungkinkan petugas medis untuk memantau denyut nadi, tekanan darah, dan suhu tubuh mereka secara real time.

(Baca juga: Kena Tipu, Perusahaan Beli Tembaga Senilai Rp518 Miliar Malah Dikirim Batu yang Dicat)

Pengunjung harus mengenakan pelacak setiap saat dan tetap berada dalam jarak 10 kilometer dari pantai, tetapi bebas menghabiskan masa karantina selama 14 hari sesuai keinginan.

Setelah periode tersebut berlalu, para pejabat akan menganalisis data dan mengizinkan para pelancong untuk turun di Phuket.

Menurut siaran pers, versi skema karantina kapal pesiar diluncurkan pada Oktober 2020 lalu, tetapi "proyek digital dapat menarik lebih dari 100 kapal pesiar dan 300 hingga 500 pengunjung selama 2021”.

"Proyek yang diperluas berupaya untuk membangun kepercayaan pada sektor kesehatan masyarakat Thailand dan menciptakan arus kedatangan dan pendapatan tambahan bagi operator pariwisata Phuket karena destinasi tersebut secara bertahap dibuka kembali untuk lebih banyak pengunjung internasional," lanjutnya.

(Baca juga: Kisah Bocah 12 tahun yang Diculik, Dirantai, dan Dipaksa Menikah dengan Penculiknya)

Pemerintah Thailand juga telah menerapkan program "karantina golf" untuk meningkatkan sektor pariwisata yang sakit selama pandemi.

Pengunjung dapat terbang ke pedesaan dan menjalani masa karantina di salah satu dari lima resor golf yang disertifikasi oleh pemerintah.

Menurut siaran pers dari TAT, pada 7 Maret lalu, grup pertama yang terdiri dari 42 pengunjung berhasil menyelesaikan karantina golf mereka dan bebas bepergian ke seluruh negeri.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini