Trump Terasing dari Klub Presiden, Didepak dari Iklan Layanan Masyarakat

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 12 Maret 2021 09:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 18 2376442 trump-terasing-dari-klub-presiden-didepak-dari-iklan-layanan-masyarakat-xNHfdWwNng.jpg Para mantan Presiden AS ikut iklan kampanye vaksin Covid-19 (Foto: CNN)

WASHINGTON - Ketika mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disuntik vaksin Covid-19 di Gedung Putih pada Januari lalu, hal itu tidak direkam atau didokumentasikan oleh fotografer resmi kameramen.

Diketahui, Trump dan istrinya Melania menerima vaksin virus corona pada bulan Januari lalu di Gedung Putih. Tetapi mereka tidak mempublikasikan fakta tersebut sampai berminggu-minggu setelah mereka meninggalkan Washington.

Hal ini diperkirakan akan menyulitkan Trump untuk dimasukkan dalam iklan layanan publik (PSA) dari semua mantan presiden yang masih hidup dan istri mereka yang menerima suntikan vaksin.

Menurut beberapa sumber, diskusi tentang keterlibatan Trump di iklan itu tidak pernah mendapatkan daya tarik karena keterasingannya dari Klub Presiden di akhir masa jabatannya dan caranya meninggalkan Washington pada Hari Pelantikan.

Diketahui tiga mantan Presiden AS, yakni Bill Clinton, George W. Bush dan Barack Obama terlibat dalam iklan kampanye vaksinasi, yang dimulai pada Kamis (11/3).

(Baca juga: Kasus Pelecehan Seksual, Gubernur New York Diminta Mundur)

 Sejak Trump membuat keputusan untuk tidak bergabung dengan para pendahulunya pada momen bersejarah itu, seseorang yang dekat dengan kampanye tersebut mengatakan, dia tidak diminta untuk terlibat dalam PSA.

Trump menyatakan sedikit minat untuk bergabung dengan pendahulunya untuk mempromosikan vaksin, dan tim yang mengatur PSA tidak melihat kemungkinan presiden ke-45 itu akan ikut berpartisipasi.

"Dia tidak membuat sinyal ingin dilibatkan dalam momen-momen seperti ini," kata seorang asisten mantan presiden kepada CNN.

Tampaknya tidak ada satu pun alasan untuk ikut menyertakan Trump. Seorang juru bicara Dewan Iklan, yang memproduksi iklan, mengatakan iklan kampanye itu "adalah sesuatu yang dimulai dengan mantan presiden saat Presiden Trump masih menjabat" ketika ditanya mengapa Trump tidak disertakan.

(Baca juga: Uni Eropa Setujui Vaksin Covid-19 Dosis Tunggal Johnson & Johnson)

Sementara itu, juru bicara Trump tidak menanggapi pertanyaan tentang mengapa dia tidak terlibat.

Ketika dia menjabat, pejabat administrasi Trump membahas bagaimana dan kapan dia mungkin menerima vaksin virus corona, termasuk prospek melakukannya di depan kamera. Namun menurut seorang sumber, Trump sendiri tampaknya tidak terlalu ingin terlihat mendapatkan vaksin, meskipun dia menggembar-gemborkan perkembangannya dan ingin mengambil pujian untuk itu.

Seorang mantan pejabat administrasi Trump mengatakan mantan Presiden itu juga sangat sensitif terhadap citranya setelah dirawat di rumah sakit karena Covid-19 dan tampaknya tidak menerima foto apa pun yang dapat menampilkan kesehatan dan kebugarannya lagi.

Ada juga diskusi pada saat Ivanka Trump menerima suntikan di depan umum, sebuah gagasan yang juga tidak membuahkan hasil. Sebaliknya, Wakil Presiden Mike Pence dan istrinya Karen Pence adalah pejabat administrasi Trump dengan profil tertinggi yang terlihat mendapatkan suntikan.

Pada Rabu (10/3), sebelum iklan itu diluncurkan, Trump mengeluarkan pernyataan yang mengklaim keuntungan untuk vaksin tersebut.

Sementara itu, dalam iklan layanan masyarakat, para mantan Presiden menjelaskan apa yang mereka lewatkan selama pandemi dan mengapa mereka ingin divaksinasi. Clinton mengatakan dia ingin "kembali bekerja" dan "dapat bergerak ke mana-mana." Obama mengatakan dia rindu mengunjungi ibu mertuanya dan mengatakan dia ingin "memeluknya dan menemuinya di hari ulang tahunnya." Dan Bush mengatakan dia "sangat menantikan untuk pergi ke Hari Pembukaan di Texas Rangers Stadium dengan stadion penuh."

Mantan Presiden Jimmy Carter tidak berbicara di depan kamera, tetapi dia ingin mendapatkan vaksinasi "karena ingin pandemi ini berakhir secepat mungkin."

Iklan tersebut berakhir dengan keempat mantan presiden mendesak warga AS untuk mendapatkan vaksin. Seiring dengan itu, muncul juga gambar Jimmy dan Rosalynn Carter, Barack dan Michelle Obama, George dan Laura Bush serta Bill dan Hillary Clinton semua mendapatkan vaksin mereka ditampilkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini