Pernyataan itu pun coba dikonfirmasi kepada Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Riki Erwinda. Namun Riki tidak mengetahui pasti adanya bisnis tersebut.
Dia hanya mengungkapkan bahwa sudah berulangkali penindakan dilakukan di wilayah itu, namun tetap saja masih ada kendaraan yang terparkir.
"Kita tindak sesuai dari aduan masyarakat karena makin banyak mobil yang diparkir. Sudah sering dititik lokasi yang sama. Untuk itu kita libatkan personel TNI/Polri," katanya.
(Qur'anul Hidayat)