Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ikuti Norwegia, Belanda dan Irlandia Hentikan Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 15 Maret 2021 |10:31 WIB
Ikuti Norwegia, Belanda dan Irlandia Hentikan Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Foto: Reuters.
A
A
A

AMSTERDAM - Belanda telah menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca setidaknya selama dua minggu, sementara penyelidikan kemungkinan efek samping yang serius dari jab dilakukan oleh European Medicines Agency (EMA).

Menteri Kesehatan Belanda Hugo de Jonge pada Minggu (14/3/2021) mengatakan bahwa keputusan untuk menangguhkan penggunaan vaksin tersebut hingga setidaknya 28 Maret itu didasarkan pada informasi baru dari Norwegia dan Denmark mengenai efek samping yang berpotensi serius pada orang yang menerima suntikan.

BACA JUGA: Satgas Tegaskan Tak Ada Indikasi Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah

“Kami tidak bisa membiarkan keraguan tentang vaksin itu," kata de Jonge sebagaimana dilansir RT.

“Kita harus memastikan semuanya baik-baik saja, jadi sebaiknya kita berhenti sejenak untuk saat ini.”

Otoritas kesehatan Belanda dilaporkan harus membatalkan 43.000 janji vaksinasi karena penangguhan tersebut.

Irlandia membuat keputusan yang sama pada Minggu pagi, menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah empat kasus baru orang yang menderita pembekuan darah serius setelah menerima suntikan dilaporkan di Norwegia. Denmark berhenti menawarkan suntikan vaksin AstraZeneca pada Kamis (11/3/2021) setelah beberapa penerima mengalami pembekuan darah, dan Norwegia mengikutinya.

BACA JUGA: Ada Kasus KIPI, Denmark Tangguhkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Austria, Islandia, dan Italia juga telah menunda atau membatasi peluncuran vaksin mereka berdasarkan masalah yang sama. Otoritas kesehatan telah menunjukkan bahwa mereka belum membuat hubungan yang jelas antara tusukan AstraZeneca dan masalah medis yang dilaporkan yang diderita pasien.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan vaksin tersebut masih dianggap aman digunakan dan belum terbukti menyebabkan pembekuan darah.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement