Empat Pria yang Perkosa Wanita di Depan Suaminya Dihukum Gantung

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 16 Maret 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 18 2378572 empat-pria-yang-perkosa-wanita-di-depan-suaminya-dihukum-gantung-JTUdnB12UY.jpg Ilustrasi hukuman gantung diri (Foto: BBC)

IRAN - Empat pria yang memperkosa seorang wanita pendaki gunung di depan suaminya telah dieksekusi dengan cara digantung.

Menurut Organisasi Kehakiman untuk wilayah tersebut, empat pemerkosa  ditangkap oleh polisi setelah penyelidikan ekstensif.

Geng laki-laki tersebut diidentifikasi oleh kepolisian kota Fariman dan didakwa atas penculikan dan pemerkosaan seorang wanita dan ancaman kekerasan terhadap seorang pria.

Pengadilan Kriminal Khorasan Razavi mengirim kasus tersebut ke Mahkamah Agung lalu keempat pria tersebut dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung.

Eksekusi dilakukan di Penjara Pusat Masyhad pada Senin (15/3) pagi.

Keempat pelaku yakni Ruhollah Javidi Rad, Mohammad Sayadi Baghansgani, Mohammad Hosseini dan Mohammad Watandoost.

(Baca juga: Kisah Cinta Beda Agama, "Cinta itu Buta, Tapi Kebencian yang Lebih Buta")

Diketahui, serangan keji itu dikatakan terjadi saat korban mendaki di provinsi Khorasan Razavi, di timur laut Iran.

TV Internasional Iran melaporkan bahwa para pria itu diyakini telah mengikat tangan dan kaki sang suami sebelum memperkosa istrinya di depannya.

Sementara para pria dijatuhi hukuman dalam kasus ini di Iran, para korban pemerkosaan dinilai kerap menghadapi dakwaan perzinahan, ketidaksenonohan atau perilaku tidak bermoral begitu mereka melaporkan serangan seksual ke polisi.

Ancaman dakwaan perzinahan, ketidaksenonohan, dan perilaku tidak bermoral di Iran karena melaporkan pelecehan seksual sering kali menghalangi banyak wanita di Iran untuk melaporkan kejahatan terhadap mereka.

Dalam sistem hukum negara, hubungan seks di luar nikah dapat dihukum dengan cambuk sehingga korban dapat dituntut jika pihak berwenang tidak mempercayainya.

(Baca juga: China Janjikan 300 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 untuk Pasukan Perdamaian PBB)

Beberapa wanita di Iran telah mengungkapkan pengalaman mereka tentang pelecehan seksual dan kekerasan di media sosial meskipun Twitter dan Facebook dilarang di sana.

“Sulit untuk mengatakan apakah jenis kejahatan ini telah meningkat di Iran, tetapi karena meluasnya penggunaan media sosial, kejahatan ini sering terjadi. menjadi lebih terekspos,” terang analis hukum di TV Internasional Iran, Nargess Tavassolian saat mengomentari jumlah serangan terhadap wanita di Iran.

Iran adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang mengeksekusi orang yang dinyatakan bersalah melakukan pemerkosaan. Rezim Iran mengeksekusi lebih banyak orang per kapita daripada negara lain.

Menurut Amnesty International ada lebih dari 251 eksekusi mati pada 2019.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini