Dapur tilamupih adalah bagian dari empat keris utama orang Jawa. Selain tilam upih, biasanya kelaurga Jawa masa lampau, memilik keris dengan dapur tilamsari, kemudian keris brojol, serta keris berdapur jalak sangu tumpeng.
Dan inilah keris Dhapur Tilamupih yang sacral. Masuk Tangguh Nom-noman. Atau, bisa juga disebut sebagai keris PB karena beredar di masa Pakubuwono, raja Surakarta. Keris nom-noman PB IX berdhapur Tilamupih ini, termasuk yang magis. Memiliki pamor wengkon.
“Ini keris bagus. Warangkanya terbuat dari kayu cendanawangi namkepang. Terasa sangat agung kalau diagem,” kata Rizal Adji Wibowo, kolektor keris yang membangun komunitas Pandawaadji di Laweyan, Solo.
Pamor keris ini, tambahnya, adalah wengkon. Jadi lengkap sudah, keris nom-noman PB IX berdapur tilamupih ini, sebagai pusaka keluarga. Sebab, pamor wengkon filosofinya juga mendalam.
Secara motif, termasuk sederhana. Tapi tak sesederhana kelihatannya lantaran proses pembuatan pamor yang juga sering disebut pamor tepen atau pamor lis-lisan. Membuat garis yang terpola dengan baik, dibutuhkan bukan hanya pengalaman, tapi sekaligus ketekunan tingkat tinggi. Dan, itu hanya empu mumpuni yang bisa melakukannya.