JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat desa dan kelurahan atau PPKM Mikro Jawa - Bali dan 3 provinsi tambahan sudah memasuki minggu kelima berdampak positif dimana sebanyak 5.772 RT masuk zona hijau risiko Covid-19.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, bahwa pengamatan terhadap zonasi tingkat RT menjadi salah satu acuan dalam melihat risiko suatu wilayah dengan lebih cepat, akurat dan tepat sasaran. Karena langsung mengarah kepada pusat penularan Covid-19. Perbedaannya dengan peta zonasi risiko tingkat kabupaten/kota bersifat lebih makro dan luas.
“Perkembangan selama 4 minggu (pengamatan) menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Jumlah zona hijau meningkat signifikan dari sebelumnya 817 RT per 14 Februari 2021, menjadi 5.772 RT per 7 Maret 2021,” kata Wiku dalam keterangannya.
Baca juga: Keterisian RS Covid-19 di Bawah 60%, Satgas Sebut Dampak Positif PPKM Mikro
Sementara, jika dibandingkan dengan zona merah, walaupun jumlahnya kecil sejak awal, namun sempat meningkat pada minggu kedua pemantauan, dari 13 menjadi 17 RT. Pada minggu ketiga dan keempat pantauan, jumlahnya per 7 Maret dan tersisa 3 RT zona merah.
Hasil pengamatan secara per provinsi, DI Yogyakarta menjadi provinsi dengan zona hijau terbanyak berjumlah 2.139 RT, disusul Jawa Barat sebanyak 1.156 RT dan Banten sebanyak 842 RT. Sementara dari jumlah RT yang melapor pada Satgas pusat, DI Yogyakarta menjadi terbanyak juga dengan 2.171 RT, disusul Jawa Barat sebanyak 1.259 RT dan Banten sebanyak 952 RT.
Baca juga: Keberhasilan PPKM Mikro, Doni Monardo Klaim Kasus Aktif Hanya 1 Digit
Untuk pengamatan secara mingguan, pada minggu pertama terdapat 1.295 RT yang melaporkan, pada minggu kedua meningkat sebanyak 3.506 RT melaporkan, minggu ketiga meningkat lagi menjadi 4.447 RT yang melaporkan dan minggu keempat atau per 7 Maret 2021, meningkat lagi menjadi 6.205 RT melaporkan.