Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pembunuhan Raja Majapahit, Dibunuh Ra Tanca, Didalangi Gajah Mada?

Doddy Handoko , Jurnalis-Sabtu, 20 Maret 2021 |06:59 WIB
Kisah Pembunuhan Raja Majapahit, Dibunuh Ra Tanca, Didalangi Gajah Mada?
Patih Gajah Mada (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Jayanegara juga bukan lahir dari permaisuri, melainkan dari istri selir. Padahal, sebelum menikahi Dara Petak, Raden Wijaya sudah punya empat istri yang semuanya adalah putri Kertanagara, seperti ditulis Pitono Hardjowardojo, dkk., Pararaton (1965:46). Namun, Dara Petak berhasil membujuk Raden Wijaya untuk menjadikan putranya, Jayanegara, sebagai putra mahkota.

Meskipun Jaya Negara terlahir dari seorang selir, akan tetapi karena sejak kecil ia diakui anak oleh Sri Prameswari Dyah Dewi Tribuaneswari (Permaisuri) maka kedudukan Jaya Negara berubah menjadi Putra Mahkota, apalagi Permaisuri tidak mempunyai anak laki-laki.

Pada masa Jaya Negara memerintah 1309-1328 tercatat beberapa kali terjadi pemberontakan yang diakibatkan oleh hasutan Dyah Halyuda, di antaranya Pemberontakan Mahapatih Nambi, dan Pemberontakan Ra Kuti. Semua pemberontakan pada akhirnya mampu dipadamkan Jaya Negara, Dyah Halayuda akhirya dibunuh Jaya Negara melalui tangan Gajah Mada.

Serat Pararaton menceritakan, bahwa suatu ketika Jaya Negara terkena sakit bisul, sehingga ia tidak bisa berjalan karena mengalami pembengkakan. Gajah Mada kemudian memanggil Ra Tanca ke Istana untuk mengobati penyakit Raja.

Ra Tanca mempersiapkan alat operasi yang sanggup dijadikan sebagai alat bunuh, mengingat dalam kamar Raja, Ra Tanca tidak diperkenankan membawa senjata. Ra Tanca menusukan pisau opresai (Taji) pada bagian tubuh Jaya Negara yang membengkak, namun sang Raja rupanya t kebal senjata.

Maka, dengan alasan hendak mengoperasi penyakit sang Raja, Ra Tanca akhirnya minta Rajanya untuk melepaskan zimat kekebalan yang dimiliki. Jaya Negara menurutinya, sehingga Tanca bisa menusukkan pisaunya sampai Jaya Negara tewas. Gajah Mada yang memergoki peristiwa pembunuhan itu, kemudian menusuk Ra Tanca, akhirnya tewas tersungkur.

Usai melakukan terapi pembedahan, tiba-tiba Tanca menusuk Jayanagara sampai tewas. Perbuatan Gajah Mada membunuh Tanca tanpa pengadilan menimbulkan kecurigaan. Sejarawan Slamet Muljana menyimpulkan kalau dalang pembunuhan Jayanagara sesungguhnya adalah Gajah Mada sendiri.

Dalam Pararaton disebutkan, saat itu Gajah Mada sedang menjabat sebagai patih Daha, ajanya adalah Dyah Wiyat. Maka, ia lebih dekat dengan Dyah Wiyat. Ada dugaan Gajah Mada sengaja memancing amarah Tanca dengan pura-pura tidak peduli supaya Tanca sendiri yang mengambil tindakan. Tanca membunuh raja, kemudian langsung dibunuh oleh Gajah Mada untuk menghilangkan jejak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement